JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM – Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Lubuk Ulang Aling Sekitarnya (DPP IKLUAS), Bustami Narda, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja wali nagari yang akan terpilih pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwanag) serentak di Kabupaten Solok Selatan.
Menurutnya, pengawasan warga menjadi kunci utama untuk memastikan pemerintahan nagari berjalan bersih, transparan, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Siapa pun yang terpilih nanti, masyarakat harus aktif mengawasi jalannya pemerintahan nagari, terutama terkait potensi penyalahgunaan anggaran,” kata Bustami di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, pengawasan tersebut bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban warga sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Terlebih, tiga nagari di kawasan Lubuk Ulang Aling—Lubuk Ulang Selatan, Lubuk Ulang Aling Tengah, dan Lubuk Ulang Aling Induk—masih membutuhkan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Bustami mengingatkan, tanpa pengawasan yang kuat dari masyarakat, risiko penyimpangan seperti korupsi dana desa akan semakin terbuka. Karena itu, warga diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran kepada aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kalau ada bukti faktual, jangan takut melapor. Ini demi masa depan nagari,” tegasnya.
Lebih lanjut, wartawan senior itu menekankan bahwa setelah proses pemilihan selesai, wali nagari bukan lagi milik kelompok tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat tanpa kecuali. Oleh karena itu, setiap warga berhak menyampaikan kritik dan melakukan pengawasan.
“Jangan ada pihak yang tersinggung jika masyarakat mengkritik. Itu bagian dari demokrasi dan bentuk kepedulian terhadap nagari,” ujarnya.
Bustami juga mengingatkan tim sukses dan pihak-pihak terdekat calon agar tidak menghalangi atau melemahkan kontrol masyarakat. Ia bahkan menilai, calon yang tidak siap diawasi sebaiknya mundur sejak awal.
Selain itu, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik politik uang dalam menentukan pilihan. Menurutnya, pemimpin yang lahir dari proses yang tidak sehat cenderung tidak akan mengabdi secara maksimal kepada rakyat.
Dalam konteks pembangunan, Bustami berharap wali nagari terpilih nantinya benar-benar fokus menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses transportasi di kawasan Lubuk Ulang Aling.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh pemuda, ninik mamak, ulama, hingga bundo kanduang—untuk bersama-sama mengawal tidak hanya proses Pilwanag, tetapi juga jalannya pemerintahan setelahnya.
“Pengawasan jangan berhenti saat pemilihan selesai. Justru setelah wali nagari dilantik, di situlah peran masyarakat sangat menentukan arah pembangunan nagari ke depan,” pungkasnya. (jiga)
