PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Hadi Tjahjanto, melantik Pengurus Provinsi FORKI Sumatera Barat periode 2025-2029 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Sabtu (6/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet karate Sumbar untuk menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dalam sambutannya, Hadi Tjahjanto menyatakan optimistis karate Sumatera Barat mampu kembali menjadi salah satu kekuatan nasional di bawah kepengurusan baru.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, KONI, dan seluruh insan olahraga menjadi modal penting dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, ini akan menjadi motivasi bagi pengurus dalam melakukan pembinaan dan pengembangan karate yang lebih baik,” ujar Hadi.
Mantan Panglima TNI tersebut juga mengingatkan seluruh elemen karate di Sumbar, termasuk 15 perguruan yang berada di bawah FORKI, untuk mengesampingkan ego organisasi dan memperkuat persatuan demi kemajuan prestasi atlet.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap program pembinaan agar karate Sumbar mampu bersaing di level nasional. Selain itu, Hadi meminta para wasit dan juri menjaga objektivitas dalam setiap pertandingan dan kejuaraan.
“Katakan yang baik itu baik. Penilaian yang objektif akan berdampak pada kualitas atlet yang dihasilkan,” katanya.
Sementara itu, Penasehat FORKI Sumbar, Andre Rosiade, meyakini prestasi olahraga Sumatera Barat akan meningkat di bawah kepemimpinan Hamdanus sebagai Ketua KONI Sumbar.
Andre juga berharap kejayaan karate Sumbar di tingkat nasional dapat kembali terwujud melalui pembinaan yang lebih terarah.
“Kami optimistis olahraga Sumbar akan lebih baik ke depan. Karate Sumbar memiliki tradisi prestasi yang harus dikembalikan,” ujarnya.
Ketua FORKI Sumbar periode 2025-2029, Khairuddin Simanjuntak, menegaskan kepengurusan yang baru dilantik siap mengemban amanah untuk memajukan karate di Ranah Minang. Menurutnya, kekuatan utama karate Sumbar terletak pada kolaborasi dan kekompakan seluruh elemen organisasi.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal kebangkitan karate Sumatera Barat. Prestasi lahir dari persiapan yang matang dan semangat yang terus dijaga,” kata Khairuddin.
Anggota DPRD Sumbar itu mengajak seluruh insan karate untuk bersatu dalam mewujudkan kemajuan organisasi dan pembinaan atlet. Dalam waktu dekat, FORKI Sumbar akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Kabupaten Pasaman pada 26-28 Juni 2026 sebagai bagian dari agenda pembinaan dan penjaringan atlet potensial.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengungkapkan bahwa cabang olahraga karate menjadi salah satu andalan daerah untuk meraih medali emas pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut Sumbar menargetkan masuk 10 besar nasional dengan perolehan 20 medali emas.
Hamdanus juga mengungkapkan bahwa setelah delapan tahun tidak digelar, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar akan kembali dilaksanakan pada 2-14 Oktober 2026 dengan dukungan 12 kabupaten/kota tuan rumah bersama.
Pelantikan pengurus FORKI Sumbar periode 2025-2029 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet karate daerah.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, karate Sumbar ditargetkan kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (jiga)
