Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H, Jangan Hanya Ganti Kalender

Oleh : Islami Azmam, S.H *)

Hari ini, tepat 1 Muharram 1448 Hijriyah. Saat memasuki tahun baru seperti saat ini, (bagi sebagian orang) hal pertama yang biasanya dilakukan adalah mengganti kalender lama dengan kalender yang baru.

Angka tahunnya berubah, desainnya berubah, bahkan tempat gantungnya mungkin berubah. Namun pertanyaannya, apakah diri ini juga ikut berubah?

Jangan sampai yang berubah hanya kalender di dinding, sementara kualitas iman dan amal tetap sama. Padahal pergantian tahun seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri.

Apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir? Berapa banyak kebaikan yang telah dikumpulkan? Dan berapa banyak kesalahan yang perlu diperbaiki?

Tahun Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah menuju keadaan yang lebih baik. Karena itu, setiap muslim hendaknya memiliki semangat hijrah dalam kehidupannya.

Hijrah dari malas menjadi rajin beribadah. Hijrah dari suka mengeluh menjadi banyak bersyukur. Hijrah dari gemar menyalahkan orang lain menjadi sibuk memperbaiki diri sendiri. Dan hijrah dari dosa menuju taubat kepada Allah SWT.

Banyak orang mengatakan, “Alhamdulillah umur bertambah lagi satu tahun.” Padahal sesungguhnya jatah umur kita justru berkurang satu tahun.

Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Karena itu, tahun baru seharusnya membuat kita semakin serius mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Oleh karenanya jadikan tahun baru Hijriyah ini sebagai awal perubahan dan sebagai momentum hijrah pribadi, hijrah keluarga, dan hijrah masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.

Perbanyak muhasabah, perbanyak istighfar, dan tingkatkan amal saleh. Jangan hanya berganti kalender, tetapi mengganti kualitas diri menjadi lebih baik dihadapan Allah SWT.

Allaahu a’lam wabaarakallaah []

Penulis adalah Instruktur PAI Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Provinsi Sumatera Barat*)

Exit mobile version