PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius di Indonesia.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat dicegah melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), salah satunya dengan menerapkan perilaku 3M Plus secara konsisten. Namun, keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai bentuk upaya promotif dan preventif dalam pengendalian DBD, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Bidang Ilmu Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Kelompok 3 melalui Project Based Learning (PJBL), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema peningkatan pengetahuan anggota PKK mengenai pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 – 14 Mei 2026 di RW 03 Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, dengan sasaran utama anggota PKK sebagai penggerak kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Edukasi 3M Plus sebagai Upaya Pencegahan DBD
Seperti dilaporkan Bidang Publikasi dan Dokumentasi, Aqil Naufal kepada media ini, Sabtu (20/6/2026), kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai DBD, meliputi penyebab penyakit, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan 3M Plus.
Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media edukasi yang mudah dipahami sehingga peserta dapat lebih memahami pentingnya pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk.
Dalam sesi ini, peserta juga diajak berdiskusi mengenai kondisi lingkungan sekitar serta berbagai praktik yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah munculnya jentik nyamuk. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan selama kegiatan berlangsung.
Demonstrasi Praktik 3M Plus dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi menguras ember yang digunakan sebagai simulasi bak mandi.
Demonstrasi ini bertujuan memberikan contoh langsung mengenai cara menguras dan membersihkan tempat penampungan air yang benar agar telur dan jentik nyamuk tidak berkembang biak.
Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas sebagai bentuk penerapan konsep “Plus” dalam 3M Plus.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga menunjukkan bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Sebagai upaya pendukung pengendalian nyamuk secara alami, tim pengabdian juga menyerahkan tanaman kemangi kepada peserta. Tanaman ini diharapkan dapat dibudidayakan di lingkungan rumah sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurangi keberadaan nyamuk sekaligus memperindah pekarangan.
Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat
Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi untuk melihat perubahan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi dan demonstrasi.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota PKK mengenai pentingnya penerapan 3M Plus dalam mencegah DBD. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan praktik yang telah dipelajari serta mengajak anggota keluarga dan masyarakat sekitar untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan yang bebas dari sarang nyamuk.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pencegahan DBD berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat serta mampu menekan risiko terjadinya kasus DBD di RW 03 Batu Busuak.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD semakin meningkat, serta mampu menciptakan budaya hidup bersih dan sehat yang berkesinambungan. []
Dilaporkan : Alfen Deza Pernadi, Aqil Naufal, Anindira Nadiva,Gita Anggraini, Aurellia Salsabila, Jesica Provindensia Br Barus, Afifa Dini Yendi, Ziddan Fitrah Maulana Mardani
