“Ketika Bumi Menyebut Nama-Nya”

Oleh : Nurul Jannah*)

Ada saatnya aku berdiri sendirian,
di antara pepohonan yang menua perlahan,
lalu mendadak merasakan sesuatu bergetar
di dasar jiwaku yang paling sunyi,
seperti bumi sedang memanggilku,
dengan suara yang tak pernah kupelajari,
namun selalu kutangkap dengan getar yang tak bisa kusembunyikan.

“Aku letih…” bisik angin yang basah.
“Aku retak…” rintih tanah yang pecah.
Dan aku tahu, itu bukan semata pesan alam,
itu adalah cara paling halus
Allah mengetuk pintu kesadaran manusia.

Di bawah langit yang makin kusam,
aku mendengar doa yang tak pernah diucapkan.
Doa pohon-pohon yang terus tumbuh
meski sering dibunuh,
doa sungai yang terus mengalir
meski tubuhnya dijerat sampah dan limbah,
doa udara yang masih mencoba jujur
meski manusia tak lagi mau mendengar.

Dan tiba-tiba, aku merasa malu.
Betapa sering aku meminta surga,
tapi lalai merawat bumi
sebagai ladang amal dan tanda cinta dari-Nya.

Namun Allah Kariim.
Ia tak pernah marah dengan suara keras.
Ia hanya menurunkan hujan perlahan, untuk mengingatkanku pada tangis bumi.
Ia hanya mengaburkan langit,
untuk memintaku berhenti sejenak,
menunduk, dan kembali ingat
bahwa aku bukan apa-apa
tanpa kasih-Nya.

Di bawah rintik gerimis yang jatuh perlahan, akhirnya aku memohon,
“Ya Allah… ajari aku mencintai-Mu
dengan cara yang paling nyata.
Melalui bumi yang Kau titipkan,
melalui udara yang Kau bersihkan,
melalui pepohonan yang Kau tegakkan
sebagai saksi setiap langkahku.”

Sebab mencintai lingkungan
bukan hanya tentang menjaga daun dan tanah,
tapi menjaga hubungan antara hamba dan Tuhannya,
romantisme yang tak pernah pudar,
meski dunia berkali-kali rapuh dan patah.

Dan saat angin kembali lewat di pundakku, aku merasa seakan Engkau mengirimkan pesan yang lebih dalam dari kata apa pun: “Rawatlah bumi… dan kau sedang merawat cintamu kepada-Ku.” ❤‍🔥🌹🌷

Jakarta, 16 November 2025

Nurul Jannah adalah seorang dosen lingkungan di IPB University, lulusan doktor lingkungan dari Hiroshima University, penulis produktif, dan penggerak literasi*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *