Oleh : Habibah Syakira*)
1. Pendahuluan
Remaja adalah masa dimana seseorang bukan lagi anak anak tetapi juga belum dapat dipandang dewasa. Jadi remaja ini adalah masa diantara anak anak dan dewasa.
Adanya media sosial memberi banyak manfaat, seperti mudahnya berkomunikasi, mudahnya mendapatkan informasi, serta membangun jejaring sosial. Tetapi dibalik kemudahan tersebut, media sosial juga dapat menimbulkan kekhawatiran terkait pengaruhnya terhadap kesehatan mental remaja. (Asmanur dkk, 2025)
Media sosial memungkinkan orang berkomunikasi dengan mudah tanpa terhalang jarak dan waktu. Melalui media sosial, setiap orang bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan lebih bebas. Namun, media sosial juga membawa perubahan dalam kehidupan sosial.
Selain memberi banyak manfaat dan peluang untuk berkembang, media sosial bisa berdampak buruk jika tidak digunakan dengan hati-hati. Apa yang dilakukan di media sosial dapat membentuk pandangan orang lain dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus. Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu bersikap bijak agar manfaatnya lebih besar daripada dampak negatifnya. (Yusuf Surya Kusuma dan Khodijah, 2025).
Penelitian terbaru oleh (Nugraha dkk, 2023) menunjukkan bahwa kampanye daring yang dilakukan melalui media sosial memiliki dampak positif terhadap kesadaran remaja tentang kesehatan mental. Meskipun demikian, keberhasilan pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental sangat bergantung pada bagaimana platform tersebut digunakan (Desi Permatasari, 2024).
2. Pembahasan
Media sosial merupakan media digital yang memungkinkan orang saling berkomunikasi dan berinteraksi melalui internet. Ardiansah dan Maharani menjelaskan bahwa media sosial mendukung komunikasi timbal balik antar pengguna. Selain itu, media sosial sering digunakan untuk menampilkan identitas diri dan dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sarana promosi. (Azzura Aidenia Ardatien Najwa dkk, 2025)
Media sosial memiliki beragam fitur yang mendukung interaksi sosial secara online, dengan jenis platform yang berbeda-beda sesuai sasaran pengguna, fungsi, dan tampilannya (Galea S, Buckley GJ, Wojtowicz A, 2024).
Saat ini, media sosial memberikan banyak keuntungan, seperti memperluas relasi pertemanan, mempermudah komunikasi, serta menjadi sarana hiburan bagi penggunanya. (Asmanur dkk, 2025)
Penelitian Aloysius dan Salvia menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Hal ini terjadi karena remaja sering terpapar konten negatif, mengalami cyberbullying, serta merasa tertekan untuk menampilkan citra diri yang sempurna.
Remaja juga cenderung membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, sehingga rasa percaya diri menurun dan muncul perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Selain itu, durasi penggunaan media sosial juga berpengaruh.
Remaja yang menggunakan media sosial lebih dari 4 jam per hari berisiko mengalami perilaku Alone Together, yaitu merasa kesepian meskipun sedang berinteraksi secara online.
Kondisi ini menunjukkan bahwa media sosial dapat mengurangi interaksi sosial secara langsung dan berdampak pada kemampuan remaja dalam membangun hubungan yang bermakna (Yusuf Surya Kusuma dan Khodijah 2025).
Dampak Positif Media Sosial
a. Memudahkan komunikasi
Media sosial memudahkan remaja untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman, meskipun berada jauh, hanya melalui handphone.
b. Membantu kegiatan sehari-hari
Media sosial mendorong munculnya gaya hidup E-life, yaitu aktivitas sehari-hari yang banyak dilakukan secara online. Hal ini terlihat dari berkembangnya layanan berbasis elektronik seperti e-banking, e-commerce, e-education, e-government, e-journal, dan e-library.
c. Mendukung pendidikan
Pendidikan kini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga bisa diakses secara online melalui kelas jarak jauh. Media sosial membantu siswa mendapatkan ilmu dan informasi dengan lebih mudah dan cepat, sehingga pengetahuan dapat terus berkembang.
d. Mengembangkan kreativitas
Media sosial menjadi wadah bagi remaja untuk mengekspresikan bakat, baik akademik maupun nonakademik, serta mengembangkan kreativitas tanpa banyak hambatan.
Dampak Negatif Media Sosial
a. Gangguan kesehatan mental
Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan mental seperti stres dan kecemasan, terutama akibat perbandingan sosial dengan orang lain.
b. Cyberbullying
Cyberbullying adalah tindakan mempermalukan atau mengancam orang lain di dunia maya. Tindakan ini berbahaya karena dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
c. Risiko kejahatan digital
Pengguna media sosial berisiko menjadi korban kejahatan teknologi, seperti penipuan melalui email, Instagram, WhatsApp, atau SMS. Kejahatan ini sering bersifat lintas negara dan pelakunya bisa menggunakan identitas palsu.
d. Kurangnya privasi
Media sosial membuat data pribadi mudah diakses tanpa disadari oleh pengguna. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Menurut Pieper dan Uden (2006), kesehatan mental ditandai dengan kemampuan menerima diri, mengatasi masalah, dan memiliki kepuasan sosial.
Faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka yaitu, antara lain faktor genetik, trauma masa lalu, menjadi korban kekerasan, kurangnya keterampilan sosial, rendahnya harga diri, dan perlakuan buruk di Masyarakat (Shelma Zahira Ardhania dan Fitriana Catur Putri Lestari 2024).
Menurut Zulkarnain, kesehatan mental dalam psikologi Islam berperan penting dalam menjaga keseimbangan jiwa, pikiran, sikap, perasaan, pandangan, dan keyakinan hidup. Keseimbangan ini akan menciptakan keharmonisan dalam diri seseorang serta melindungi dari gangguan jiwa seperti rasa gelisah, ragu, dan konflik batin.
Unsur-unsur jiwa seperti pikiran, perasaan, kemauan, sikap, persepsi, serta keyakinan hidup perlu saling selaras agar seseorang terhindar dari perasaan gundah, gelisah, dan pertentangan dalam dirinya (Umar Ruswandi dan Lia Fitriyani 2023).
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental remaja. Hal ini terlihat dari meningkatnya kasus depresi, stres, kecemasan, dan rasa kesepian pada remaja yang kecanduan media sosial.
Jika gangguan mental seperti stres dan depresi berlangsung lama, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan fisik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, gangguan penglihatan, serta masalah tidur seperti insomnia yang sering dialami remaja (Andi Ismayana Wahid dkk, 2025).
3. Penutup
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Media sosial pada awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi, informasi, dan hiburan.
Namun, dalam praktiknya, penggunaan media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kondisi psikologis remaja, tergantung pada cara dan intensitas penggunaannya.
Dampak positif media sosial dapat dirasakan apabila digunakan secara bijak. Namun demikian, penggunaan media sosial yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.
Fenomena perbandingan sosial yang sering terjadi di media sosial dapat menyebabkan remaja merasa rendah diri, cemas, dan tidak puas terhadap dirinya sendiri. Selain itu, paparan terhadap komentar negatif, tekanan untuk menampilkan citra diri yang sempurna, serta perundungan siber dapat memicu stres, gangguan emosional, dan perasaan tertekan dalam jangka panjang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial bukanlah faktor yang sepenuhnya bersifat negatif maupun positif. Dampak yang ditimbulkan sangat bergantung pada pola penggunaan dan kesadaran individu dalam memanfaatkannya.
Oleh karena itu, remaja perlu dibekali pemahaman dan keterampilan untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. []
Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI-PIQ Sumatera Barat*)




