KONI Sumbar Gelar Tes Awal Pelatprov 2026, 180 Atlet Jalani Sport Science

Ketua Pelatprov KONI Sumbar 2026, Risky Syahputra. (Foto KONI Sumbar)

PAD2ANG, FOKUSSUMBAR.COM— KONI Sumatera Barat dihadapkan pada agenda olahraga yang padat sepanjang 2026, mulai dari Porprov Sumbar XVI Juni–Juli, PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Agustus, hingga PON Olahraga Pantai pada November mendatang. Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembinaan atlet yang matang, terukur, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari persiapan, KONI Sumbar mulai melaksanakan rangkaian Program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) 2026 sejak awal tahun. Salah satu tahapan awalnya adalah pelaksanaan tes berbasis pendekatan ilmiah atau scientific approach terhadap atlet potensial Sumatera Barat.

Sebanyak 180 atlet dari 31 cabang olahraga mengikuti rangkaian tes yang berlangsung sejak Senin (12/1/2026). Tes diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan psikotes pada Selasa (13/1), dan diakhiri dengan tes fisik di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (14/1/2026).

Ketua Pelatprov KONI Sumbar 2026, Dr. Risky Syahputra, M.Pd., menegaskan bahwa pendekatan berbasis sport science dan data science menjadi fondasi utama dalam pembinaan atlet ke depan.

“Melalui tes kesehatan, psikologi, dan fisik ini, kami memperoleh data awal tentang kelebihan dan kekurangan atlet. Dari data itulah seluruh program latihan disusun dan dijalankan secara terukur,” ujar Risky.

Doktor Olahraga itu menjelaskan, pemanggilan atlet Pelatprov 2026 didasarkan pada track record prestasi, khususnya atlet yang tampil di PON 2024 dan mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasinya pada kejurnas maupun kejuaraan internasional sepanjang 2025.

Risky juga mengingatkan bahwa aturan mutasi atlet berlaku selama dua tahun. Oleh karena itu, KONI Sumbar sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus memiliki program yang jelas untuk menjaga dan membina atlet potensial agar tidak lepas ke daerah lain.

“Atlet yang belum terpanggil saat ini tetap memiliki kesempatan. Mereka bisa membuktikan diri lewat kejuaraan tahun 2026 dan akan langsung diproses sebagai atlet binaan sesuai buku petunjuk teknis promosi dan degradasi atlet dan pelatih,” jelasnya.

Risky menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi FIK UNP, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, dalam mendukung pelaksanaan tes Pelatprov 2026.

Program Pelatprov KONI Sumbar 2026, lanjut Risky, dapat berjalan sejak awal tahun berkat arahan dan komitmen kuat Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Kami berharap Pelatprov ini bisa berjalan sepanjang tahun dengan dukungan anggaran dari pemerintah. Jika KONI Sumbar terus bekerja secara terprogram dan profesional, kami yakin kepercayaan pemerintah terhadap KONI Sumbar akan semakin kuat,” pungkasnya. (jiga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *