Memasuki 2026, Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo Fokus Olah Plastik Kresek jadi Produk Bernilai Ekonomi

Beraneka produk olahan dari sampah kresek yang diproduksi Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Memasuki tahun 2026, aktivitas Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kian menggeliat.

Di bawah kepemimpinan Direktur Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo, Maivita yang akrab disapa Bu Pipit, pengelolaan sampah terus dikembangkan dengan inovasi bernilai ekonomi.

Pada tahun 2026 ini, Bank Sampah Pasie Unit Pasie Nan Tigo memfokuskan pengolahan sampah pada plastik kresek.

Bu Pipit (nomor lima dari kiri) bersama pengurus Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo berswafoto dengan ibu-ibu penggiat lingkungan. (foto; ist)

Menurut Bu Pipit, sampah plastik kresek memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai jual, seperti tas, dompet, hingga bunga hias dengan beragam motif menarik.

“Plastik kresek ini bisa kita sulap menjadi produk ekonomi kreatif yang punya nilai jual. Selain ramah lingkungan, juga bisa menambah penghasilan sektor ekraf dan UMKM,” ujar Bu Pipit dalam bincang santai bersama fokussumbar.com pada Kamis pagi (15/1/2026).

Untuk menjaga kestabilan produksi, Bu Pipit yang telah meraih banyak penghargaan diantaranya Penghargaan Wanita Inspiratif 2025, mengajak masyarakat sekitar agar aktif mengumpulkan sampah plastik dan menimbangnya di Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo.

Beraneka produk olahan dari sampah plastik. (foto; ist)

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku.

Ia mengakui, salah satu cara efektif menyemangati nasabah adalah dengan memperlihatkan langsung hasil olahan sampah yang telah menjadi produk dan mampu menghasilkan uang.

“Ketika masyarakat melihat sendiri produk yang dihasilkan bisa dijual, mereka jadi tertarik dan mau ikut mengelola sampah. Ini sangat membantu perekonomian keluarga,” jelas pemilik sekaligus Desainer Product Opicha Craft ini.

Untuk pemasaran, produk-produk Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo dan Opicha Craft dipasarkan secara online maupun offline.

Secara offline, pihaknya rutin mengikuti bazar dan pameran, sementara pemasaran online dimanfaatkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Harga produk pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp450.000.

“Bagi masyarakat yang ingin memesan produk, dapat menghubungi Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo melalui nomor 085364960000,” ujarnya.

Bu Pipit berharap pemerintah semakin memberikan dukungan nyata terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi tujuan utama. Sampah terkelola dengan baik, kota bersih dan sehat, serta masyarakatnya makmur,” pungkasnya. (emi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *