PADANG PARIAMAN, FOKUSSUMBAR.COM – Gemuruh sholawat dan syukur memadati atmosfer SDN 11 Kecamatan VII Koto Sungai Sariak pada Sabtu (24/1/2026) kemarin.
Momentum ini menandai puncak sekaligus penutupan resmi Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Kabupaten Padang Pariaman yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Pentas PAI tahun 2026 ini bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan manifestasi nyata dari komitmen Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Padang Pariaman dalam merawat moralitas dan intelektualitas generasi muda di tengah arus modernisasi.

Pada hari terakhir kompetisi memasuki fase krusial. Empat cabang lomba utama menjadi daya tarik luar biasa bagi para hadirin. Cabang Tilawah menampilkan keindahan seni baca Al-Qur’an yang menyentuh kalbu.
Kemudian cabang Musabaqah Hifzil Qur’an (Tahfidz), menguji keteguhan hafalan para “penjaga” firman Tuhan di tingkat dasar. Dus cabang Cerdas Cermat PAI menjadi sebuah palagan intelektual yang mengadu ketangkasan kognitif dan pemahaman syariat.
Sedang Pidato Cilik (Pidacil) diharapkan nantinya akan melahirkan orator-orator muda yang piawai mengemas pesan dakwah dengan bahasa yang santun namun bertenaga.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci dalam dunia pendidikan dan keagamaan memberikan bobot tersendiri pada acara penutupan ini. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama terlihat begitu harmonis dalam upaya membangun “Manusia Padang Pariaman” seutuhnya.
Ketua KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman Andrizal Ali S.Ag, M.Pd dalam laporannya menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan tuan rumah di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan ini.
Ia menegaskan bahwa Pentas PAI tahun 2026 ini merupakan capaian luar biasa dalam hal partisipasi peserta dan kualitas perlombaan yang kian kompetitif.

“Kegiatan ini adalah buah dari kerja kolektif para guru PAI se-Kabupaten. Kami tidak hanya menitikberatkan pada aspek kompetisi, tetapi lebih kepada bagaimana menciptakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan jati diri mereka sebagai generasi muslim yang moderat dan unggul. Keberhasilan pelaksanaan di SDN 11 ini menjadi standar baru bagi pelaksanaan Pentas PAI di masa depan, di mana sinergi antara guru, pengawas, dan instansi terkait terjalin dengan sangat solid demi kemajuan pendidikan agama di daerah kita,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman, yang diwakili oleh Kasi PAI, Zaitul Makmur, dalam sambutannya menekankan pentingnya korelasi antara prestasi dan akhlak.
“Kemenag hadir untuk memastikan bahwa pendidikan agama bukan sekadar teks di buku panduan, tapi menjadi perilaku yang hidup di tengah masyarakat. Pentas PAI adalah instrumen evaluasi sekaligus selebrasi atas keberhasilan guru-guru PAI dalam mentransfer nilai-nilai luhur kepada anak didik kita. Juara adalah bonus, namun karakter adalah tujuan utama,” tegas H. Syafrizal dengan nada penuh apresiasi.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, yang diwakili oleh Kabid SMP, Dr Afrinaldi Yunas menyoroti bahwa ajang ini adalah bagian dari penguatan profil Pelajar Pancasila.
“Kami di Dinas Pendidikan memandang Pentas PAI sebagai mitra strategis dalam kurikulum merdeka. Anak-anak yang memiliki dasar agama yang kuat akan menjadi pemimpin yang berintegritas di masa depan. Selamat bagi para juara yang telah berhasil memboyong piala bergilir Bupati, Dinas, dan Kemenag. Teruslah mengasah diri untuk level yang lebih tinggi,” ujar Hendri.
Dukungan teknis dan bimbingan juga datang dari jajaran fungsional, yakni Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Amirul Arif M.Pd dan tiga srikandi pengawas PAI yang dikenal gigih, Hj. Helma Fatmi, M.Pd., Yusmanidar, M.Pd., dan Elfiyanti Umar, M.Pd.
Support Luar biasa yang diberikan, mereka menegaskan bahwa setiap proses perlombaan dipantau dengan standar objektivitas yang tinggi.
Ketegangan memuncak saat pengumuman juara umum dibacakan. Penghargaan bergengsi ini menjadi simbol supremasi pembinaan PAI di tingkat kecamatan, Juara Umum 1 Kecamatan Lubuk Alung yang berhasil memboyong Piala Bergilir Bupati Padang Pariaman.
Kemudian Juara Umum 2 diraih Kecamatan VII Koto Sungai Sariak yang berhasil meraih Piala Bergilir Dinas Pendidikan Padang Pariaman, serta Juara Umum 3 diperoleh Kecamatan Enam Lingkung berhasil dengan membawa pulang Piala Bergilir Kementerian Agama Padang Pariaman.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran duet maut pembawa acara, Nur Aslinda, M.Pd. dan Ramli Yakub, S.Pd. Keduanya berhasil menjaga ritme acara tetap dinamis, cair, namun tetap mempertahankan marwah kesakralan acara keagamaan hingga akhir hayat kegiatan.
Ketua Panitia dan seluruh pengurus KKG PAI Padang Pariaman patut berbangga, sebab pelaksanaan kegiatan Pentas PAI tahun ini dinilai banyak pihak sebagai salah satu pelaksanaan Pentas PAI paling rapi dan berkesan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan resmi ditutupnya Pentas PAI 2026, Semangat “Padang Pariaman Religius” kini kian nyata, tertanam di hati setiap peserta yang pulang membawa kebanggaan. (ramli)




