Menyambut Bulan Ramadhan Bersama Rasulullah Muhammad SAW

Oleh : H. Abdel Haq, S.Ag, MA.*)

Rasulullah Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam dalam semua lini kehidupan, telah mencontohteladankan kepada kita umat Islam bagaimana menyambut dan menjemput keberkahan bulan suci Ramadhan.

Kedatangan bulan suci Ramadhan bagi umat Islam, selalu ditunggu dan dirindukan kedatangannya setiap tahun. Karena bulan suci Ramadhan merupakan ” Sayyidusy-syuhur ” (Penghulu Bulan), yang memiliki banyak keberkahan, keistimewaan. Rasulullah Muhammad SAW dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan bahagia, penuh semangat, dan penuh harapan.

Hal ini terbukti dengan ungkapan do’anya, yang sangat menusuk dan penuh harap :

” Allaahumma baariklanaa fi Rajabin wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana “.

Artinya : ” Ya Allah berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah dengan bulan Ramadhan “.

Begitu tinggi harapan dan optimisnya Rasulullah Muhammad SAW dengan kehadiran bulan suci Ramadhan. Setidaknya, tiga bulan menjelang bulan Ramadhan beliau telah menyiapkan diri, jiwa raga dan sikap mental dalam menyambut dan menjemput keberkahan bulan suci Ramadhan.

Rasulullah Muhammad SAW memohon keberkahan kepada Allah Swt di bulan Rajab dan Sya’ban.

Beliau bermohon agar diberkahi kesehatan jasmani dan rohani, usia dan kesempatan melakukan amal kebaikan pada bulan Rajab dan Sya’ban serta bermohon kepada Allah Swt agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Begitulah praktik Rasulullah Muhammad SAW dalam menjemput dan menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan.

Menjelang bulan Ramadhan muncul, tepatnya di penghujung bulan Sya’ban, beliau pun menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, bagaikan menyambut hadirnya tamu agung, tamu istimewa dengan ucapan :

Marhaban Ya Ramadhan, Ya Muthahhir, Al-muthahhiru minadz-dzunuubi wal ma’aashiy ” (Selamat Datang Ya Ramadhan, Ya Muthahhir, yang menyucikan dari berbagai dosa dan kemaksiatan).

Do’a Rasulullah Muhammad SAW Saat Melihat Hilal.

Tatkala Rasulullah Muhammad SAW melihat hilal, bulan pertanda masuknya bulan baru dalam penanggalan Hijriyah, beliau bermunajat dengan do’a khusus :

“Allaahumma ahillahuu ‘alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaami wak ‘aafiyatil mujallalati war rizqil waasi’i wa daf’il asqaami “.

Artinya : ” Ya Allah, anugerahilah kami keamanan dan keimanan serta keselamatan dan kepasrahan. Juga kesempatan meraih kecintaan dan kerelaan-Mu. Karunia kami dengan berbagai kebaikan, kelapangan rizki dan jauhkan kami dari berbagai bencana dan kesulitan “.

Rasulullah Muhammad SAW berdo’a masuknya bulan Ramadhan.

” Allaahumma innahu qad dakhala syahru Ramadhaana,  Allaahumma Rabba syahri Ramadhaanal ladziy anzalta fiihil Qur-aana wa ja’altahu bayyinaatim minal hudaa wal furqaani, Allaahumma fabaariklanaa fiy syahri Ramadhaana wa a’innaa ‘alaa shiyaamihi wa shalawaatihi wa taqabbalhu minnaa “.

Artinya : ” Ya Allah telah tiba bulan Ramadhan, Wahai Tuhan pemilik bulan Ramadhan, Engkau telah menurunkan Al-Quran didalamnya dan telah menjadikannya sebagai penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang hak dengan yang batil. Wahai Tuhan kami, berkatilah kami dan bantulah kami dalam melaksanakan puasa dan mendirikan shalat. Terimalah segala amal kami di bulan ini “.

Rasulullah Muhammad SAW Melakukan Persiapan untuk Ramadhan.

Rasulullah Muhammad SAW dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, yang bagaikan tamu istimewa yang akan datang menghampiri. Beliau dengan serius menyiapkan diri, sehingga kehadiran bulan suci Ramadhan membawa banyak perubahan, peningkatan, keberkahan dan keistimewaan lainnya, dengan melakukan berbagai kegiatan dan amal kebaikan, antara lain, sebagai berikut :

1. Dengan mengingat keutamaan bulan suci Ramadhan, seperti dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW :

An Abiy Hurairata qaala lammaa hadhara Ramadhaanu qaala Rasuulullaahi shallallahu ‘alaihi wa sallama : ” Qad jaa-akum Ramadhaanu syahrum mubaarakun iftaradhallaahu ‘alaikum shiyaamahu tuftahu fiihi abwaabul jannati, wa tughlaqu fiihi abwaabul jahiimi wa tughallu fiihisy syayaathiinu fiihi lailatun khairum min alfi syahrin, man hurima khairahaa faqad hurima “.

Artinya : ” Dari Abiy Hurairah RA; ia berkata ketika tiba bulan Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda : ” Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, yang Allah wajibkan puasa di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkannya, sungguh ia telah merugi “. (H.R. Imam Ahmad).

Berdasarkan hadis di atas semakin jelaslah keutamaan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, puasa di bulan Ramadhan akan membawa shaa-imuun dan Shaa-imaat ke maqam ketaqwaan. Semua pintu surga dibuka, amal kebaikan dilipatgandakan. Pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya dan para setan dibelenggu. Inilah kesempatan baik bagi umat Islam sedunia, untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan semaksimalnya.

Di samping itu bulan Ramadhan terkenal dengan syahrul ghufran, bulan penuh ampunan. Justeru itu, kehadiran bulan Ramadhan tahun ini, jangan diabaikan dan disia-siakan untuk melakukan rangkaian ibadah untuk meraih ampunan-Nya.

” Man qaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahuu maa taqaddama mindzanbihi “.

Artinya : ” Barang siapa yang menghidupkan bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “. (H.R. Imam Bukhari).

Seiring dengan ungkapan di atas Allah Swt telah memerintahkan umat Islam untuk segera minta ampunan Tuhan dan kepada surga, yang luasnya seluas langit dan bumi, diperuntukkan untuk mereka yang bertakwa.

Seperti yang termaktub dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 133 :

Wa saari’uu ilaa maghfiratim mirrabikum wa jannatin ‘ardhuhas samaawaatu wal arfhi u’iddat lilmuttaqiin “. ( Q.S. 3.133 ).

Artinya : ” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga  yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa “. ( Q.S. 3.133 ).

Marilah kita tingkatkan rangkaian amal ibadah untuk mendapatkan ampunan Allah Swt dengan bertobat, memperbanyak istighfar, menyesali segala perbuatan maksiat yang pernah dilakukan. Berjanji dengan sepenuh hati, tidak akan mengulangi lagi segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran.

Rasulullah Muhammad SAW yang telah dijamin Allah Swt untuk menempati surga Firdaus. Beliau seorang yang ma’shum, terjauh dari perbuatan dosa, terlepas dari segala perbuatan yang tak berguna.

Dalam sehari beliau tidak kurang beristighfar, minta ampunan Allah Swt 70 kali sampai 100 kali.

Bagaimana dengan kita yang sering tersalah, melakukan kecurangan, merugikan diri dan orang lain. Melalaikan kewajiban dan kadang malah melakukan kemaksiatan. Sudah sepantasnyalah kita, tidak menyia-nyiakan kesempatan bulan Ramadhan ini. Marilah kita bersegera untuk minta ampunan Allah Swt dan kepada surga-Nya yang luas seluas langit dan bumi,  disediakan bagi mereka yang bertakwa.

Selanjutnya, kemauan keras untuk meraih maghfirah, ampunan Allah Swt dengan beristighfar, minta ampunan dan kasih sayang Allah Swt. Tentu harus diikuti dengan melakukan berbagai macam rangkaian ibadah dan amal kebaikan secara terus menerus sepanjang hayat.

2. Rasulullah Muhammad SAW menjemput keberkahan bulan Ramadhan, dengan meningkatkan frekuensi amal ibadah.

Hal ini sudah dimulainya sejak masuknya bulan  Rajab dan Sya’ban, dengan berdo’a

 ”  Wa ballighnaa Ramadhaana “.

Artinya : ” Dan sampaikanlah kami dengan bulan Ramadhan “.

Hal ini diakui oleh Bunda Aisyah RA :

” Bahwa Rasulullah SAW dalam mengerjakan ibadah shalat malamnya, sampai bengkak kakinya. Begitu juga dalam mengerjakan puasa sunat, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah melewati puasa Senin, Kamis dan yaumul bayadh setiap tanggal 13,14 dan 15 setiap bulannya.”

Bahkan dikatakan Bunda Aisyah RA lagi, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah lebih banyak berpuasa di bulan Ramadhan, kecuali di bulan Sya’ban. Karena di bulan Sya’ban semua amal ibadah anak cucu Adam diangkat ke langit dunia. Kata Rasulullah Muhammad SAW ” Saya lebih senang dan gembira, tatkala amal ibadahku diangkat, saya sedang berpuasa.”

Di samping itu Rasulullah Muhammad SAW juga memperbanyak frekuensi membaca Al-Quran dan tadabbur Al-Quran, dengan harapan nanti di bulan Ramadhan membaca Al-Quran dan mentadabbur Al-Quran sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Di sisi lain Rasulullah Muhammad SAW juga gemar berinfaq, mengeluarkan sebahagian hartanya untuk mendukung dakwah amar makruf nahi munkar.

Juga untuk memperhatikan kehidupan anak-anak yatim, kaum dhu’afa, para musafir dan mereka yang terlantar disebabkan kehilangan mata pencarian.

3. Rasulullah Muhammad SAW mengajak umatnya untuk mengagungkan Allah Swt, membersihkan jiwa raga, lingkungan dan meninggalkan segala bentuk perbuatan keji serta meningkatkan keikhlasan.

Janganlah kamu pernah memberikan sesuatu kepada siapa pun untuk mengharapkan balasan yang lebih besar. Dalam menjalankan berbagai aktivitas, kegiatan dan rangkaian amal ibadah atau semua yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, juga dalam meninggalkan segala larangan-Nya hendaklah dilakukan dengan penuh kesabaran.

Himbauan, ajakan dan seruan simpati ini dijelaskan Allah Swt dalam Al-Quran :

Wa Rabbaka fakabbir, wa tsiyaabaka fathahhir war rujza fahjur wa laa tamnun tastaktsir wa lirabbika fashbir “.

Artinya : ” Dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah “. ( Q.S. 74. 3-7 ).

Justeru itu kita umat Islam dalam menyambut dan menjemput keberkahan bulan suci Ramadhan, sebaiknya kita ikuti dan kita pedomani bagaimana Rasulullah Muhammad SAW dalam menyikapi kehadiran bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, maghfirah, ampunan dan keistimewaan ini.

Tidak ada salahnya kita pasang target, pencapaian apa yang harus kita raih dalam mengisi, memanfaatkan kesempatan emas di bulan penuh keberkahan  ampunan dan keistimewaan ini.

Target yang akan kita capai adalah menjadi hamba Allah yang bertakwa, setelah melaksanakan rangkaian amal ibadah. Antara lain dengan mendirikan shalat secara berjamaah setiap waktu, menunaikan ibadah puasa dengan maksimal, bukan sekedar menahan haus, lapar dan hawa nafsu saja. Tetapi, berupaya maksimal untuk menjadikan puasa sebagai latihan dalam memenej, mengelola akal, pikiran dan hawa nafsu serta anggota badan lainnya. Untuk tunduk, patuh dan setia kepada perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya.

Selama bulan Ramadhan berupaya maksimal untuk memanfaatkan waktu, kesempatan yang diberikan Allah Swt untuk beribadah dalam pengertian yang luas. Pokoknya semua kegiatan bisa diawali dengan bismillah.

Selama bulan suci Ramadhan telah diagendakan beberapa kegiatan yang wajib dilaksanakan. Hal ini adalah untuk mendukung pencapaian target yang sudah diapungkan. Pokoknya tiada hari tanpa ibadah, berpuasa secara khawaashul khusus, puasanya para Nabi dan orang-orang shaleh.

Membaca dan mentadabbur Al-Quran sebelum dan sesudah shalat wajib, dengan target bisa khatam Quran beberapa kali di bulan ramadhan. Meningkatkan infaq, shadaqah, memberikan perbukaan, meningkatkan silaturahmi dan melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan, kalau menginginkan menyambut dan menjemput keberkahan bulan suci Ramadhan bersama Rasulullah Muhammad SAW, setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan di bulan Sya’ban ini, sebagai berikut :

1. Siapkan pisik, mental dan rangkaian ibadah serta dengan melangitkan do’a kepada Allah Swt agar dipertemukan Allah Swt dengan bulan suci Ramadhan.

2. Menggali dan menghayati keutamaan bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, ampunan dan keistimewaan.

3. Memperbanyak istighfar dan minta ampunan Allah Swt, menyesali segala kesalahan dan kemaksiatan yang pernah dilakukan, serta berjanji dengan sepenuh hati tidak mengulanginya lagi.

4. Meningkatkan frekuensi dan durasi ibadah kepada Allah Swt dalam pengertian ibadah secara luas.

5. Agungkanlah Allah Swt dengan menjawab seruan-Nya, bersihkan jiwa lahir batin dan lingkungan. Tinggalkan segala bentuk kemaksiatan dan tingkatkan keikhlasan kepada Allah Swt.

Apapun yang dilakukan dan target apa yang akan dicapai, semuanya tidak akan berhasil dan tidak akan terwujud, tanpa dibekali keimanan, kesabaran dan amal kebaikan yang berlandaskan keikhlasan kepada Allah Swt.

Semoga kedatangan bulan suci Ramadhan tahun 1447 H / 2026 M dapat kita maksimalkan untuk melakukan berbagai aktivitas, kegiatan, dan rangkaian amal ibadah menuju hamba Allah yang bertakwa, aamiin … !!! Wallaahu a’lam bishshawaab.

Penulis adalah Jurnalis, Aktivis Dakwah Pendidikan Sosial dan terakhir Kakankemenag Dharmasraya.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *