DHARMASRAYA, FOKUSSUMBAR.COM – Warga Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, digegerkan dengan kemunculan seekor beruang liar di area perkebunan sawit milik warga, Minggu (15/02/2026).
Kemunculan satwa liar tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petani sawit dan semangka, Adwillian Hika (31), saat dirinya hendak pulang dari kebun pada sore hari. Ia mengaku terkejut ketika melihat seekor beruang berada di balik pohon sawit dengan jarak sekitar 25 meter darinya.
“Saat itu saya sudah bersiap mau pulang. Tiba-tiba saya melihat seekor beruang di balik pohon sawit. Jaraknya kurang lebih 25 meter dari saya. Karena takut, saya langsung lari naik ke pondok untuk mengamankan diri,” ujar Adwillian saat ditemui awak media di kebunnya.
Dari atas pondok, ia terus memantau pergerakan hewan tersebut dan sempat mengabadikan kemunculan beruang menggunakan telepon genggamnya. Setelah memastikan situasi relatif aman, ia segera melaporkan kejadian itu kepada rekan dan Kepala Jorong setempat.
Menurutnya, kemunculan beruang tersebut cukup mengganggu aktivitasnya sebagai petani, terlebih tanaman semangka miliknya dalam waktu dekat akan memasuki masa panen. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya agar segera mengatasi permasalahan ini. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban,” harapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Sialang Gaung, Ariyes Gunawan, membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait kemunculan beruang liar di wilayah tersebut.
Ia mengatakan pihak nagari telah mengambil langkah dengan menyurati Pemerintah Kabupaten Dharmasraya serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat untuk segera melakukan penanganan.
“Kami sudah menerima informasi dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti dengan menyurati pemerintah kabupaten serta BKSDA Sumatera Barat yang memiliki peralatan dan kewenangan untuk menangani satwa liar yang dilindungi,” jelas Ariyes.
Ia menambahkan, keberadaan beruang di area perkebunan tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman serta mengancam keselamatan warga yang beraktivitas di kebun.
Pemerintah nagari pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di kebun, serta segera melaporkan jika kembali melihat pergerakan satwa liar tersebut.
“Kami mengimbau warga untuk selalu menjaga keselamatan dan mengurangi aktivitas sendirian di kebun untuk sementara waktu,” tutupnya. (*/mas_ek)




