PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, Selasa (20/10/2026), dihadiri Ketua Kwarcab 017 Gerakan Pramuka setempat, membuka kemah santri IV tahun 2026 di bumi perkemahan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh.
Kemah santri selama dua hari ini, diikuti 460 santri dari 17 Ponpes se Pasaman Barat. Kemah santri, dalam rangka memeriahkan peringatan hari santri tahun 2026, diisi dengan 7 kegiatan. Di antaranya, cabang Musabaqoh Syathil Qur’an (MSQ), Tilawatil Qur’an (MTQ), cerdas cermat, pentas seni, dan sebagainya.
Kepala Kantor, Thomas Febria, katakan, perkemahan bukan sekadar kegiatan seremonial atau hanya berpindah tempat tidur. Lebih dari itu, perkemahan harus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kepribadian, melatih kedisiplinan, memperkuat kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Atas nama keluarga besar Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, ulas Thomas Febria, dia menyampaikan sekaligus mengapresiasi atas diselenggarakannya kemah santri, sebagai momen peringatan hari santri tingkat Pasaman Barat tahun 2026 di Ponpes Darul Ulum Muaro Kiawai.
Pesantren, ulasnya lagi, memiliki peran strategis membina generasi, yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan pemahaman agama, tapi memiliki akhlak mulia, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
“Mondok di pesantren itu asyik dan keren,” ujarnya, memberikan semangat kepada para santri agar bangga menempuh pendidikan di pesantren dan terus mengembangkan potensi diri untuk menghadapi tantangan zaman”, ingat Thomas Febria.
Kemah santri, seperti dilaksanakan selama dua hari ini, sejalan dengan semangat asta protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi serta penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dipraktikkan melalui kedisiplinan, kerja sama, sikap saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Ketua FKPP (Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren) Pasaman Barat, Buya Busmel, sampaikan, gebyar hari santri tahun ini, diikuti 860 santri. Khusus yang mengikuti kemah santri 460 orang. Mereka berasal dari 17 pondok pesantren se Pasaman Barat.
Sebenarnya, ulas Busmel, gebyar hari santri untuk kegiatan olahraga, dilakukan tanggal 15 sampai 17 Oktober 2026. Untuk kegiatan putsal dadakan di Ponpes Subulussalam Simpang Empat, sekaligus sebagai tuan rumah olahraga cabang putsal.
Ketua Kwarcab Pramuka 017 Pasaman Barat, Risnawanto, katakan, atas nama keluarga besar Kwarcab Pramuka 017 Pasaman Barat, pihaknya mengucapkan selamat dan sukses, diselenggarakannya kemah santri tingkat kabupaten di bumi perkemahan Pondok Pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai.
Pihaknya, sangat mendukung sekaligus mengapresiasi momen kepramukaan bagi santri pondok pesantren selama dua hari ini. Untuk itu, kepada setiap santri yang terlibat dalam kegiatan, agar mengikutinya dengan baik dan maksimal. Sehingga apa yang diharapkan dari momen ini tercapai, tentunya dengan baik dan maksimal pula.
Pimpinan pondok pesantren Darul Ulum Muaro Kiawai, Buya Sarmin Lubis, katakan, sebagai tuan rumah kemah santri tahun ini, dan atas nama keluarga besar Ponpes Darul Ulum, dirinya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat bersama ketua bersama pengurus FKPP, atas kepercayaan yang diberikan.
Dengan segala potensi dan fasilitas yang ada, pihaknya menyambut baik, sehingga kemah santri yang dipusatkan di Ponpes Darul Ulum Muaro Kiawai, Gunung Tuleh, sukses dan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sukses, seperti yang diharapkan. (gmz)
