PAINAN, FOKUSSUMBAR.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Ny. Hj. Lisda Hendrajoni, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Pengendalian Penyakit Prioritas bertema “Hidup Sehat Selama Kabut Asap” di GOR Zaini Zein, Painan, Kecamatan IV Jurai, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) tersebut menjadi langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit akibat paparan kabut asap.
Rangkaian acara diawali dengan senam sehat bersama di dalam gedung GOR Zaini Zein. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Lisda Hendrajoni dan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Lisda menegaskan bahwa kabut asap bukan persoalan yang boleh dianggap sepele. Paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan, sehingga diperlukan langkah pencegahan secara bersama-sama, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kabut asap ini adalah kondisi lingkungan yang perlu kita waspadai bersama. Jangan pernah menganggap remeh masalah ini. Kita harus bersama-sama melakukan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita,” tegas Lisda di hadapan peserta.
Masyarakat Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Lisda menjelaskan, upaya perlindungan kesehatan harus dimulai dari keluarga. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama kegiatan berat yang berpotensi meningkatkan paparan partikel asap.
Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah untuk keperluan mendesak, ia mengingatkan pentingnya menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.
Perhatian khusus juga harus diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis, termasuk asma dan gangguan jantung.
Menurutnya, keluarga perlu memantau kondisi kesehatan anggota rumah tangga secara berkala. Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan berat, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain menghindari paparan kabut asap, Lisda mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat yang cukup, serta tidak merokok dan membakar sampah secara terbuka.
Kader Posyandu dan TP-PKK Diminta Aktif Edukasi Warga
Dalam kesempatan itu, Lisda juga menaruh harapan besar kepada kader TP-PKK dan Posyandu agar berperan aktif menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Ia menilai, kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap bahaya kabut asap, sekaligus membantu memantau kondisi kesehatan kelompok rentan.
“Ibu-ibu TP-PKK dan para kader Posyandu yang saya banggakan adalah ujung tombak pemerintah. Mari terus bantu menyampaikan edukasi pencegahan ini kepada tetangga dan warga di nagari masing-masing, serta aktif memantau kondisi kesehatan bayi, balita, dan lansia kita,” ajaknya.
Melalui keterlibatan kader di tingkat nagari, edukasi mengenai pencegahan gangguan kesehatan akibat kabut asap diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga, sehingga masyarakat mampu melakukan langkah perlindungan sejak dini.
Ratusan Peserta Ikuti Edukasi dan Layanan Kesehatan
Kegiatan Germas tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimca IV Jurai, Kepala Puskesmas Salido, Kepala Puskesmas Terundang, serta pengurus organisasi wanita, di antaranya Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).
Ratusan kader Posyandu, pengurus TP-PKK nagari se-Kecamatan IV Jurai, serta masyarakat umum turut mengikuti kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, rangkaian kegiatan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan kebugaran, edukasi pencegahan stunting, serta penyerahan makanan tambahan bergizi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader TP-PKK, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan penyakit serta melindungi kelompok rentan dari dampak buruk pencemaran udara. (MoN)
