Lisda Hendrajoni Turun ke Lokasi Banjir Tapan, Sembilan Nagari Terdampak jadi Perhatian

Anggota DPR RI Komisi VIII sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni, turun langsung menemui warga terdampak di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. (foto; ist)

TAPAN, FOKUSSUMBAR.COM — Di tengah perjuangan masyarakat memulihkan kehidupan pascabanjir dan tanah longsor, Anggota DPR RI Komisi VIII sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni, turun langsung menemui warga terdampak di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (12/10/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar meninjau kondisi wilayah terdampak, tetapi juga diisi dengan penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Sebanyak sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dilaporkan terdampak banjir dan tanah longsor.

Dalam kunjungan itu, Lisda menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, air mineral, makanan ringan, matras, tikar, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan bayi dan ibu menyusui.

Kehadiran perempuan yang akrab disapa Bunda Lisda tersebut disambut haru oleh masyarakat. Bagi warga yang masih berupaya menata kembali kehidupan setelah bencana, bantuan dan perhatian yang diberikan menjadi penyemangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Lisda: Warga Terdampak Jangan Merasa Sendirian

Lisda Hendrajoni menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Ranah Ampek Hulu Tapan. Ia memahami bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menambah beban keluarga terdampak.

“Saya turut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat kita di Tapan. Musibah ini tentu bukan sesuatu yang mudah, apalagi bagi keluarga yang rumah dan aktivitas kesehariannya terdampak banjir. Namun, saya berharap masyarakat tetap kuat, tetap sabar, dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit,” ujar Lisda.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat maupun mengganti kerugian yang dialami. Namun, kehadiran dan kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memberikan dukungan moral.

Baca Juga :  Pesan Gol A Gong Buat Anak Muda Bukittinggi: "Masa Depanmu Tergantung Siapa Temanmu!"

“Mungkin bantuan yang kami bawa ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian dan kesulitan yang dialami masyarakat. Tetapi kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Kita harus saling menguatkan dan saling membantu,” katanya.

Lisda juga menegaskan pentingnya memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, terutama anak-anak, perempuan, bayi, ibu menyusui, dan lanjut usia.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar kelompok tersebut harus menjadi perhatian dalam penanganan darurat maupun proses pemulihan pascabencana.

“Anak-anak kita harus tetap mendapatkan perhatian, termasuk kebutuhan sekolah mereka. Begitu juga para ibu, bayi, dan lansia. Jangan sampai musibah ini membuat mereka kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar. Semua pihak harus bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Penyaluran Bantuan Berlanjut, Petugas Datangi Rumah Warga

Setelah penyerahan bantuan secara langsung oleh Lisda pada Senin (12/10/2026), pendistribusian bantuan kembali dilanjutkan pada Selasa (13/10/2026) untuk menjangkau masyarakat di sejumlah nagari terdampak lainnya.

Penyaluran lanjutan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door. Langkah ini ditempuh agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, termasuk keluarga yang mengalami kesulitan mengakses lokasi penyaluran.

Pendistribusian tersebut melibatkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rachmadsyah Putra, S.STP., Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M., serta para wali nagari setempat.

Kepala Dinsos PPPA Pesisir Selatan, Ilham Rachmadsyah Putra, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Lisda Hendrajoni terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan, pendistribusian dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Harapan Bunda Lisda Hendrajoni, bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Kita harus bangkit dari kondisi ini dan tidak terlalu larut dalam kesedihan. Pemerintah akan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Ilham.

Baca Juga :  Perkuat Keimanan, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si. Datuak Sati Ajak Jamaah Masjid Al Kaffah Biasakan Anak Shalat Berjamaah

Sembilan Nagari Terdampak, Distribusi Bantuan Dikawal

Sementara itu, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, menyebutkan bahwa terdapat sembilan nagari di wilayahnya yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari terus melakukan pendataan dan berkoordinasi untuk memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan berjalan tepat sasaran.

“Kita pastikan bantuan dari Ibu Lisda Hendrajoni dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bersama Forkopimca Ranah Ampek Hulu Tapan, kami akan mengawal pendistribusian bantuan ini berdasarkan laporan dari masing-masing wali nagari,” kata Agnes.

Selain memastikan bantuan tersalurkan, pemerintah kecamatan juga menaruh perhatian terhadap keselamatan warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana diharapkan mulai mempertimbangkan kemungkinan relokasi ke lokasi yang lebih aman sebagai salah satu upaya mengurangi risiko bencana berulang.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, mengingat keselamatan masyarakat perlu menjadi prioritas di tengah potensi ancaman bencana susulan.

Tangis Haru Warga Talang Balarik Saat Menerima Bantuan

Suasana haru mewarnai penyaluran bantuan di Nagari Talang Balarik. Sejumlah warga terlihat meneteskan air mata saat menerima bantuan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka setelah dilanda bencana.

Salah seorang penerima bantuan, Inel, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Lisda Hendrajoni serta Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Terima kasih sekali lagi Bunda Lisda Hendrajoni, terima kasih Pak Bupati Hendrajoni. Semoga Bunda Lisda selalu diberikan kesehatan dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” ucap Inel dengan penuh haru.

Baca Juga :  Buyung dan Junir Mendaftar Sekaligus Bersaing Jadi Ketua PWI Pasaman Barat

Bagi masyarakat yang terdampak, bantuan tersebut bukan sekadar beras, makanan, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan rumah tangga. Lebih dari itu, perhatian yang diberikan menjadi penguat semangat bagi warga untuk kembali menata kehidupan setelah banjir dan tanah longsor melanda wilayah mereka.

Pemulihan Pascabencana Butuh Kepedulian Bersama

Lisda Hendrajoni berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus diperkuat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Ranah Ampek Hulu Tapan.

Ia juga mendorong seluruh pihak untuk memberikan perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan warga, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan pada masa darurat. Pendampingan dan perhatian terhadap kondisi warga setelah bencana juga diperlukan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat melewati masa sulit ini. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Insyaallah, dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, masyarakat Tapan bisa segera bangkit kembali,” tutup Lisda.

Bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak pada sembilan nagari tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat solidaritas kemanusiaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan keselamatan masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana. (MoN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *