SARILAMAK, LIMA PULUH KOTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Mudir Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan dua tim santri yang berhasil lolos ke babak final Kompetisi Riset, Edukasi, dan Inovasi (KREASI) 2026.
Babak final KREASI 2026 sendiri berlangsung di Hotel Grand Syahid Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 20-22 Oktober 2026.
Mudir Pondok dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, lolosnya dua tim sekaligus ke tingkat nasional merupakan bukti keseriusan santri dalam bidang riset dan kajian sosial budaya.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan kebanggaan bagi pondok. Kami sangat mengapresiasi kerja keras santri dan para pembimbing. Ini membuktikan santri Al Kautsar tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kajian ilmiah dan sosio-kultural yang relevan dengan kemaslahatan umat,” ujar Mudir.
Adapun dua tim yang berhasil melaju ke final adalah:
TIM 1: Muhammad Ikram Dinata 2. Intan Diani Mallika
Judul Karya: TRANSFORMASI FUNGSI RUANG DISKURSUS PUBLIK DALAM ERA MODERNITAS STUDI SOSIO KULTURAL PADA MASYARAKAT MINANGKABAU
Pendamping: Nauri Aulia, S.I.Pust. 2. Sehat Harahap, M.Pd.
TIM 2: Lailatul Maghfiroh 2. Nurmala Fathiha
Judul Karya: ANALISIS KONSTRUKSI PERAN BUNDO KANDUANG DALAM SISTEM SOSIAL
Pendamping: Meli Eliza, M.Ag.
Kedua karya tersebut mengangkat tema kearifan lokal Minangkabau dengan pendekatan sosio-kultural yang dinilai dewan juri memiliki kedalaman analisis dan relevansi yang kuat di era modernitas.
Tidak hanya dari internal pondok, apresiasi juga datang dari Direktur Aback Akademi selaku Inisiator KREASI. Pihaknya memberikan apresiasi khusus kepada Tim Al Kautsar atas orisinalitas ide dan kekayaan perspektif budaya Minangkabau yang diangkat.
Mudir berharap, keikutsertaan di babak final KREASI 2026 ini dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi dan riset. Ia juga memohon doa dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat Lima Puluh Kota agar kedua tim dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional.
“Pondok akan terus mendukung penuh. Semoga ini menjadi langkah awal lahirnya peneliti-peneliti muda Muhammadiyah dari Al Kautsar Sarilamak,” tutupnya. (salma)
