JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM – Memperluas pengalaman, membangun relasi profesional, dan mengembangkan kompetensi di luar lingkungan kampus menjadi langkah yang ditempuh Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, melalui program magang di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Jakarta.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya Yuwanda untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja profesional, khususnya dalam bidang pengawasan penyiaran. Ia bersama enam mahasiswa lainnya mengikuti program magang di KPI Pusat yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya bagi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.
Bagi Yuwanda, memilih magang di luar daerah bukan semata-mata tentang memperoleh pengalaman baru, melainkan juga kesempatan untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, dan memahami praktik komunikasi serta penyiaran dari sudut pandang yang lebih luas. Ia ingin memanfaatkan masa magang sebagai ruang untuk terus belajar, menguji pengetahuan akademik, sekaligus mengembangkan kapasitas diri.
“Bagi saya, kesempatan magang di KPI Pusat merupakan ruang untuk belajar lebih jauh dari apa yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan. Saya ingin mendapatkan pengalaman langsung, memperluas relasi, dan memahami bagaimana pengawasan isi siaran dilaksanakan. Harapannya, pengalaman ini tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk pengembangan diri dan profesionalitas ke depan,” demikian pandangan Yuwanda mengenai kesempatan magang yang dijalaninya.
Pada Rabu (21/10/2026), Yuwanda bersama mahasiswa magang lainnya berkesempatan berdiskusi dan berbincang dengan Amin Shabana, Komisioner KPI Pusat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran. Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan kegiatan magang, pengalaman yang telah diperoleh mahasiswa, serta arahan untuk memaksimalkan proses pembelajaran selama berada di lingkungan KPI Pusat.
Dalam diskusi tersebut, Amin menekankan pentingnya hasil atau output yang diperoleh mahasiswa selama menjalani magang. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga mampu menyerap pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membawa pulang pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kapasitas diri.
Arahan tersebut menjadi dorongan bagi Yuwanda untuk menjalani masa magang secara lebih terarah. Penempatan di lingkungan pengawasan isi siaran memberikan kesempatan baginya untuk mengenal lebih dekat proses pemantauan program siaran, penerapan regulasi penyiaran, serta peran KPI dalam menjaga kualitas isi siaran bagi masyarakat.
Pengalaman ini juga memiliki relevansi dengan bidang keilmuan yang ditempuhnya. Sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, pemahaman mengenai pengawasan isi siaran menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana praktik penyiaran tidak hanya berkaitan dengan produksi dan penyampaian informasi, tetapi juga dengan tanggung jawab terhadap publik serta kepatuhan pada ketentuan yang berlaku.
Yuwanda berharap pengalaman magang di KPI Pusat dapat menjadi salah satu pijakan untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi dan penyiaran. Ia juga berharap kesempatan serupa dapat dimanfaatkan lebih luas oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, sehingga semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang belajar di luar lingkungan kampus dan daerah asalnya.
Menurutnya, pengalaman di luar kampus dapat membuka ruang pembelajaran yang berbeda, mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan profesional, serta membantu mereka mengenali kompetensi yang perlu dikembangkan sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui program magang ini, Yuwanda ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori, tetapi juga perlu aktif mencari ruang untuk bertumbuh, membangun relasi, dan mengimplementasikan ilmu dalam praktik nyata. Pengalaman di KPI Pusat diharapkan menjadi bekal berharga sekaligus membuka peluang bagi pengembangan kapasitas mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang di bidang komunikasi dan penyiaran. (rls)
