Porprov Sumbar Usai, Anandya Dipo Ingatkan Atlet: Jangan Puas dengan Medali!

PADANG, FOKUSSUMBAR. COM– Berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 bukan alasan bagi atlet untuk berhenti berjuang. Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, mengingatkan seluruh atlet agar menjadikan hasil pertandingan sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Pesan itu ditujukan kepada seluruh peserta Porprov yang resmi berakhir pada Rabu (14/10/2026). Atlet yang belum memperoleh medali diminta tetap bersemangat, sedangkan mereka yang berhasil naik podium diingatkan agar tidak terlena dengan pencapaian saat ini.

Menurut Dipo, pengalaman bertanding selama Porprov dapat menjadi bekal berharga untuk memperbaiki kemampuan. Kekurangan yang ditemukan di lapangan perlu dievaluasi melalui latihan yang lebih terarah dan disiplin.

Medali Bukan Akhir Perjuangan

Dipo mengapresiasi perjuangan atlet yang telah memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi. Bagi atlet yang belum meraih medali, ia meminta agar hasil tersebut tidak mematahkan tekad untuk terus berkembang.

Mantan atlet itu menilai, perjalanan seorang atlet membutuhkan proses panjang. Pengalaman bertanding, keberanian menghadapi lawan, dan kemauan memperbaiki diri menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Baca Juga :  Dinas Perikanan dan Pangan Pessel Dampingi Verifikasi Calon Penerima Bantuan Mesin Tempel 15 PK dari KKP

Sementara itu, atlet peraih medali diharapkan mampu mempertahankan konsistensi dan meningkatkan kualitas penampilan. Persaingan pada kejuaraan tingkat nasional membutuhkan persiapan lebih matang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental.

Dipo menegaskan, pencapaian di Porprov harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras. Atlet Sumbar diharapkan mampu menembus persaingan yang lebih tinggi dan membawa nama daerah ke panggung nasional.

Upaya tersebut membutuhkan kesinambungan pembinaan. Peran pelatih, pengurus cabang olahraga, KONI daerah, serta pemerintah kabupaten dan kota dibutuhkan agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.

Apresiasi untuk Panitia dan Seluruh Pendukung Porprov

Di tengah dorongan kepada atlet, Dipo juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar 2026 yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga berakhirnya pertandingan.

Dipo menilai penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut tidak lepas dari kontribusi banyak pihak yang mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk memastikan kegiatan berjalan hingga tuntas.

Baca Juga :  Dulang 9 Emas 1 Perak 1 Perunggu, Kontingen Kick Boxing kota Padang Pastikan Raih Gelar Juara Umum Porprov XVI

Pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, KONI daerah, pengurus cabang olahraga, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Porprov XVI menjadi ajang olahraga provinsi yang kembali digelar setelah delapan tahun vakum. Penyelenggaraannya melibatkan koordinasi lintas daerah, terlebih dengan penunjukan 12 kabupaten dan kota sebagai tuan rumah pertandingan.

Menurut Dipo, pengalaman tersebut perlu menjadi modal untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan olahraga Sumbar ke depan.

Dia ²berharap evaluasi tidak hanya menyentuh aspek teknis pertandingan, tetapi juga diarahkan pada kesinambungan pembinaan atlet agar hasil Porprov memberikan dampak jangka panjang.

Padang Puncaki Klasemen Akhir

Berdasarkan data final Sistem Informasi dan Manajemen Olahraga (SIRIMAU), Kota Padang keluar sebagai juara umum Porprov XVI Sumbar 2026 dengan koleksi 261 medali emas, 181 perak, dan 167 perunggu.

Kota Solok menempati posisi kedua dengan 139 medali emas. Sementara itu, Kabupaten Padang Pariaman berada di peringkat ketiga dengan raihan 77 emas.

Baca Juga :  Berburu Tanggal Cantik

Porprov XVI Sumbar berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan diikuti atlet dari 19 kabupaten dan kota. Sebanyak 12 daerah turut menjadi tuan rumah pertandingan berbagai cabang olahraga.

Anandya berharap berakhirnya kompetisi tidak membuat semangat atlet dan seluruh insan olahraga ikut meredup. Hasil yang diraih setiap kontingen harus menjadi bahan pembelajaran untuk menyiapkan prestasi yang lebih baik.

Baginya, berakhirnya Porprov hanyalah penutup sebuah kompetisi, bukan penghentian proses pembinaan. Atlet, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga Sumbar diharapkan terus berbenah demi melahirkan prestasi yang lebih membanggakan. (jiga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *