Puisi : Nurul Jannah*) Bumi,yang dulu penuh cahaya,kini duduk sendirian di sudut semesta,menampal luka-luka yang…
Prof Nurul Jannah
“Indonesia, Retak Cakrawala dan Doa-Doa Padi”
Oleh : Nurul Jannah*) Di bawah gemuruh klakson dan desah angin ladang,Indonesia berdiri: retak cakrawala…
Jika Bumi Akhirnya Menangis
Oleh : Nurul Jannah*) Jika suatu hari kita terbangundan udara tak lagi punya suara,bukan karena…
Di Antara Hujan dan Senja di Bogor
Oleh : Nurul Jannah*) Hujan Bogor masih turun pelan ketika aku melirik jam tangan. Jarum…
“Tentang Pagi yang Tidak Selalu Cerah”
Sebuah Catatan Kecil untuk Hati yang Sedang Belajar Tegar Oleh : Nurul Jannah*) Tidak semua…
“Ketika Langit tak Segera Menjawab”
Essay : Nurul Jannah*) Tentang Doa yang Tertahan di Ujung Waktu Pagi itu hujan turun…
Bumi Juga Berdoa
Essay : Nurul Jannah*) Saat Langit Tak Lagi Bening Pagi itu langit tampak murung, seakan…
Dialog Sunyi dengan Sebatang Pohon
Ketika Alam Menyampaikan Doa Lewat Diamnya yang Dalam Essay : Nurul Jannah*) Saat Dunia Terlalu…
Rasa yang Tumbuh dari Sunyi
Ketika Alam Menyimpan Cinta dalam Setetes Jus Dengen: Jus Jingga dari Bumi Sorowako Essay :…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
