Oleh : M. Jamil*)
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah salah satu elemen penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pembentukan pribadi yang berbudi pekerti luhur.
Pendidikan karakter ini mencakup berbagai aspek, termasuk moralitas, etika, dan adab yang harus diajarkan sejak dini. Salah satu bentuk pendidikan karakter yang sangat penting adalah pendidikan adab. Pendidikan adab bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku siswa yang sesuai dengan norma-norma agama, budaya, dan etika sosial yang berlaku.
Pendidikan adab di sekolah memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, nilai-nilai adab sering kali terabaikan. Padahal, adab yang baik akan membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam sisi emosional dan sosial.
Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk mengintegrasikan pendidikan adab dalam kurikulum pembelajaran Pentingnya pendidikan adab juga dijelaskan oleh Al Qur’an dalam berbagai ayat yang mengajarkan umat untuk berperilaku baik terhadap sesama, berakhlak mulia, dan saling menghormati.
Misalnya, dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 yang mengingatkan kita untuk tidak menghina atau merendahkan orang lain. Pendidikan adab yang mengacu pada nilai-nilai agama seperti ini penting untuk diterapkan dalam pembelajaran, khususnya dalam rangka membentuk karakter siswa yang memiliki akhlak yang baik.
Lebih lanjut, pendidikan adab di sekolah tidak hanya terkait dengan pengajaran tentang tata krama atau sopan santun, tetapi juga berkaitan dengan penguatan karakter siswa dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks, karakter yang baik sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan global yang penuh dengan persaingan dan tekanan sosial.
PEMBAHASAN
1. Adab Merupakan hal yang penting bagi Manusia
Adab merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu agar dapat membangun hubungan sosial yang baik. Dalam dunia pendidikan pun, nilai ini memiliki peran yang sama besarnya.
Seorang siswa seharusnya memiliki sikap hormat, baik kepada guru maupun teman-temannya. Seperti yang diungkapkan oleh Al-Ghazali, seorang pelajar yang ingin memperoleh ilmu dengan benar sebaiknya belajar di bawah bimbingan guru.
Agar ilmu yang didapat benar-benar meresap, siswa perlu terlebih dahulu membersihkan hatinya dan menunjukkan rasa hormat kepada gurunya, baik ketika sedang belajar maupun di luar kegiatan belajar. Karena pada dasarnya siswa masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, mereka membutuhkan arahan dan bimbingan agar potensi yang dimilikinya dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan fitrahnya.(Masyithoh & sakila, 2022)
Pandangan ini sejalan dengan Syekh Az-Zarnuji yang menempatkan adab sebelum ilmu, menekankan pentingnya niat yang benar, sopan santun, dan lingkungan belajar yang baik agar ilmu membawa keberkahan (Pitriani et al., 2023).
Di era globalisasi, penanaman adab semakin relevan untuk menghadapi tantangan moral. Ulama seperti Imam Nawawi dan Al-Zarnuji mengajarkan nilai tawadhu’, ketekunan, serta sopan santun sebagai landasan hubungan guru–murid.
Guru berperan bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga teladan etika, sementara murid dituntut untuk serius, menghormati arahan guru, dan menjaga perilaku (Yuana Putra et al., 2025).
Pendidikan berbasis adab juga membentuk karakter mulia seperti kejujuran, kesopanan, integritas, dan empati. Suasana belajar menjadi lebih kondusif, siswa lebih termotivasi, serta dapat menggunakan ilmu secara benar dan bermanfaat bagi lingkungan (Dadang Moh Dahlan, n.d.). Dalam pendidikan Islam, adab memiliki kedudukan lebih tinggi dari sekadar penguasaan ilmu; tanpa adab, ilmu kehilangan arah dan manfaatnya.
Implementasi adab dapat dilakukan melalui pembiasaan sederhana seperti berdoa sebelum belajar, menjaga kebersihan, bersikap sopan kepada guru dan teman, serta menjunjung kejujuran dalam tugas dan ujian.
Keteladanan guru menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Melalui penguatan adab sebelum ilmu, sekolah dapat membentuk peserta didik yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, etis, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat (Permady et al., 2023).
2. Adab Sebagai Jembatan Antara Ilmu dan Amal
Adab memainkan peran krusial dalam pendidikan Islam sebagai jembatan yang Menghubungkan antara ilmu pengetahuan dan amal perbuatan. Konsep ini berakar pada Prinsip bahwa pengetahuan tidak hanya untuk dipelajari tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang benar dan etis.
Adab berfungsi sebagai Landasan moral dan etika yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga diterapkan dengan cara yang sesuai dengan nilainilai Agama (Minarti, 2022).
Dalam konteks pendidikan Islam, adab mencakup:
a. Integritas Pengetahuan.
Ilmu yang dipelajari harus diterapkan dengan cara yang jujur dan sesuai dengan Prinsipprinsip Islam. Adab membantu memastikan bahwa pengetahuan digunakan Untuk tujuan yang bermanfaat dan tidak disalahgunakan.
b. Kepatuhan terhadap Nilai Moral
Pengetahuan harus diterapkan dengan memperhatikan norma-norma etika dan Moral. Adab memastikan bahwa tindakan berdasarkan ilmu pengetahuan mencerminkan kebaikan, keadilan, dan integritas.
3. Dampak Penerapan Adab terhadap Karakter Siswa
Penerapan adab dalam pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap Pengembangan karakter siswa. Adab, yang mencakup kesopanan, budi pekerti, dan Pengaturan perilaku, memainkan peran kunci dalam membentuk sikap dan perilaku Siswa di luar aspek akademik.
a. Pengembangan Karakter Moral dan Etika
Penerapan adab membantu siswa mengembangkan karakter moral dan etika yang Kuat (Ramadhan dan Astutik, 2023).
Dengan mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Adab, siswa belajar tentang:
1) Kesopanan dan Rasa Hormat
2) Kejujuran dan Integritas
3) Empati dan Kepedulian
b. Peningkatan Disiplin dan Pengendalian Diri
Adab juga berkontribusi pada peningkatan disiplin dan pengendalian diri siswa. Melalui penerapan adab, siswa belajar untuk mengelola emosi. Siswa diajarkan untuk Mengontrol emosi mereka dan bertindak dengan tenang dan bijaksana dalam berbagai situasi.
Adab juga akan mengajarkan pentingnya tanggung jawab pribadi dan akademik, Membantu siswa untuk lebih disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka.
c. Peningkatan Kualitas Interaksi Sosial
Penerapan adab berperan penting dalam meningkatkan kualitas interaksi sosial siswa. Siswa yang beradab cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang baik, mampu berinteraksi secara positif dengan teman, guru, dan masyarakat (Winarsih, 2020).
Melalui pemahaman dan penghargaan terhadap norma sosial, siswa dapat membangun hubungan yang sehat dan harmonis.
Adab juga memperkuat kemampuan komunikasi, seperti mendengarkan dengan baik, berbicara dengan sopan, serta menyampaikan pendapat dengan cara yang menghargai orang lain (Agus, 2023).
Dengan adab, siswa mengembangkan empati dan mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Selain itu, adab membantu siswa menciptakan suasana belajar yang harmonis, menghargai otoritas guru, dan bekerja sama dengan teman sebaya. Secara keseluruhan, adab menjadi dasar pembentukan hubungan interpersonal yang positif dan stabil (Gule & Th, 2023).
d. Peningkatan Kinerja Akademik dan Motivasi
Karakter yang dibentuk melalui adab dapat berdampak positif pada kinerja akademik siswa. Adab mempengaruhi fokus dan konsentrasi. Siswa yang menerapkan adab cenderung lebih fokus dan konsentrasi dalam belajar, karena mereka belajar untukmengelola gangguan dan menjaga sikap yang baik.
Siswa juga merasa lebih termotivasi untuk belajar dan bekerja keras ketika mereka memahami pentingnya adab dalam mencapai tujuan akademik.
PENUTUP
Pendidikan adab merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan moral yang semakin kompleks, adab berfungsi sebagai pengarah agar ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada tataran intelektual, tetapi juga tercermin dalam amal dan perilaku sehari-hari.
Melalui pendidikan adab, siswa dibimbing untuk memahami nilai-nilai kesopanan, kejujuran, penghormatan terhadap guru dan sesama, serta kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi.
Penerapan adab dalam lingkungan sekolah memberikan dampak besar terhadap pembentukan karakter moral, peningkatan kualitas interaksi sosial, serta motivasi dan kinerja akademik.
Dengan adab, siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan nilai-nilai Islam yang menempatkan akhlak di posisi utama dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, integrasi pendidikan adab harus terus diperkuat dalam kurikulum sekolah melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan budaya sekolahyang berkarakter. Dengan demikian, pendidikan mampu melahirkan generasi yang bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pendidikan adab pada akhirnya menjadi jembatan penting dalam membentuk peradaban yang beretika, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai luhur. []
DAFTAR PUSTAKA
Agusman, Budi Handriyanto, Muhammad Hamka, Adab sebagai Jembatan antara Ilmu dan Amal dalam Pembentukan Karakter Siswa, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 1, No. 2 (2024), DOI: https://litera-academica.com/ojs/tarbiyah/index,
Talitha Dahayu Ardiningrum, Menanamkan Nilai Adab sebelum Ilmu dalam Pembelajaran Upaya Pembentukan Karakter dan Etika Peserta Didik, Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam,Volume 2, Nomor 3, Agustus 2025, ISSN: 3063-3001; p-ISSN: 3063-301, DOI: https://doi.org/10.61132/karakter.v2i3.1129
Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PIQ Sumatera Barat*)




