PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Perwakilan Sumbar gelar gerakan peduli sosial dalam bentuk ”Penyerahan Bantuan Kemanusiaan” bersumber dari Lembaga Amil Zakat Nasinal (Laznas-Ikadi). Gerakan ini lahir sebagai bentuk perhatian ulama dalam membantu meringankan beban anggota masyarakat, khususnya para da’i yang ada di Kota Padang.
Karena sebagian da’i kita juga akibat terdampak oleh bencana alam berupa banjir, longsor dan ditandai dengan meluapnya arus air sungai dan berujung terendamnya rumah penduduk teruatama yang berada di pinggir sungai, seperti Lubuk Minturun, Batu Busuk dan beberapa lokasi lainnya.
Ketua umum Ikadi Sumbar Dr. Urwatul Wusqa, MA, bersama Wakil Ketua Dr. Ridho Nur, M.Ag serta sekretaris Ikadi Ustadz Romi, Bendahara Ikadi dr. Riendra serta Ketua Ikadi Padang, Dr. H. Syafruddin Halimy, M.A, bersama pengurus lainnya, Minggu, 4 Januari 2025 bersilaturahmi dan mengunjungi lokasi rumah beberapa da’i yang terdampak banjir.
”Kasihan kita dengan sanak saundara kita. Makanya ini adalah sebuah momentum bagi kita menabur amal. Saatnya kita turun tangan secara bersama-sama pengurus dan menyapa setiap da’i kita yang selama ini berusaha mengajak umat dengan memberi nasehat untuk tetap sabar dengan adanya musibah atau bencana alam,” ucap Ketua umum Ikadi Sumbar Dr. Urwatul Wusqa, MA dalam siaran persnya, Selasa (6/1/2025).
Ujian Allah swt itu bisa saja diberikan kepada siapa saja. Dan itu semua adalah kuasaNya yang tidak ada satupun manusia mampu menerka kapan suatu rezeki itu datang dan diambilnya nikmat. Tak ada. Itu kita yakini dengan sepenuh hati, layaknya kita umat muslim yang beriman hanya kepada Allah swt, tambahnya.
“Ulama itu sejatinya memang juru dakwah yang punya kemampuan dan keterbatasan dalam hal akal. Dan yang lebih kuasa itu yakni Allah swt. Makanya setiap kita dapat ujian jangan sampai berkeluh kesah akan tetapi kita terima sebagai bagian dari kasih sayang kepada setiap hambanya yang lemah,” sebutnya.
Pada bagian lain, Ikadi Sumbar tambah Ustadz Ridho memang selalu konsen dan selalu peduli dengan dalam semua kegiatan.
Kita jujur, sambung Ustadz Ridho, bahwa hadirnya kita di tengah-tengah umat dan masyarakat dipastikan sebagai pemberi jalan keluar dalam segala masalah. Kita memberi pesan dan nasehat berdasarkan qur’an dan hadist dan pendapat ulama. Sehingga umat kita tidak kehilangan arah.
”Baru-baru ini memang ujian atau cobaan datang silih berganti di wilayah kita di Sumbar dan Kota Padang khususnya. Maka disinilah kita menanamkan rasa kepedulian itu. Da’i kita tentunya ada mungkin yang kehilangan tempat tinggal atau tidak ada ada lagi air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak, maka kita bekerjasama dengan setiap mitra untuk menggalang kepedulian sosial. Maka, bantuan berupa makan dan minuman atau ada infak dan sedekah yang berhasil kita himpun di serahkan oleh Ikadi kepada saudara kita itu,” ujarnya.
Kita dalam kepedulian ini, tidak melihat berapa besaran biaya yang diberikan kepada sanak saudara kita itu. Bukan jumlahnya. Yang kita harapkan kepedulian itu adalah nilai-nilai sosial itulah yang terkandung. Dan itu, tentu berbuah manis bagi setiap anggota masyarakat karena beban mereka ini telah kita atasi secara bersama-sama. Ini yang patut kita syukuri, pungkasUstadz Ridho. (nal)
