Padang Jadi Gerbang Masuk Ball Badminton ke Indonesia

Pembukaan sosialisasi dan pelatihan ball badminton di Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (25/1/2026). Ini merupakan kegiatan pertama di Indonesia. (Foto istimewa)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM— Indonesia resmi menjadi negara tujuan ekspansi cabang olahraga ball badminton di kawasan Asia Tenggara. Sosialisasi dan pelatihan ball badminton untuk pertama kalinya di Indonesia digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (25/1/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan langsung
Presiden Ball Badminton Asia, Ravichanden Raman asal Malaysia, serta pelatih ball badminton asal Chennai, India, Krisnaswamy Sadasivan. Agenda tersebut menjadi tonggak awal pengenalan olahraga raket asal India itu di Tanah Air.

Presiden Ball Badminton Asia Ravichanden Raman menyebut Indonesia sebagai negara strategis dalam pengembangan ball badminton di Asia.

“Indonesia adalah negara besar dengan budaya olahraga yang kuat. Kami melihat potensi luar biasa di sini. Sosialisasi di Padang ini menjadi langkah awal ekspansi ball badminton ke Indonesia sebelum dilanjutkan ke Bali pada Februari mendatang,” ujar Ravichanden Raman.

Ia menjelaskan, Indonesia menjadi negara ketiga di kawasan ASEAN yang masuk dalam program pengembangan Ball Badminton Asia setelah Malaysia dan Thailand.

“ASEAN adalah fokus kami. Indonesia adalah bagian penting dari peta pengembangan ball badminton Asia ke depan,” katanya.

Menariknya, Padang, Sumatera Barat dipilih sebagai pintu pertama sosialisasi olahraga ini di Indonesia, sebelum agenda lanjutan digelar di Bali pada 13–19 Februari 2026. Pilihan tersebut dinilai strategis karena Sumatera Barat memiliki basis olahraga komunitas dan perguruan tinggi yang kuat.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ball Badminton Asia menyerahkan 15 set peralatan ball badminton kepada UNP. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Rektor UNP Prof. Dr. Ir. Krismadinata bersama Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP Prof. Nurul Ikhsan.

Rektor UNP Prof. Krismadinata menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada UNP sebagai tuan rumah sosialisasi pertama ball badminton di Indonesia.

“UNP selalu terbuka terhadap pengembangan cabang olahraga baru. Ball badminton memiliki karakter yang kuat untuk dikembangkan secara akademik maupun prestasi, terlebih karena bisa dimainkan di luar ruangan,” kata Krismadinata.

Senada dengan itu, Dekan FIK UNP Prof. Nurul Ikhsan menyebut ball badminton memiliki nilai strategis bagi dunia pendidikan olahraga.

“Olahraga ini kaya unsur teknik, koordinasi, dan fisik. Ini sejalan dengan misi FIK UNP sebagai pusat pengembangan dan kajian olahraga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ball Badminton Seluruh Indonesia (PBBBSI) Joe Aplinanda, yang juga Anggota DPRD Padang Pariaman, menegaskan bahwa sosialisasi di UNP merupakan langkah awal menuju pembentukan organisasi resmi dan pembinaan nasional.

“Ini sejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya ball badminton diperkenalkan secara resmi. Kami sudah menyiapkan langkah kelembagaan, termasuk koordinasi dengan KONI Pusat,” kata Joe.

Didampingi Sekjen PBBBSI Ray Kati, Joe juga menyebut ball badminton mendapat dukungan pembinaan dari Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat II, Cindy Monica Salsabila Setiawan, S.M, sebagai bagian dari upaya memperluas cabang olahraga alternatif di daerah.

Ball badminton sendiri merupakan olahraga raket yang berasal dari Thanjavur, Tamil Nadu, India, sejak tahun 1850-an. Permainan ini menggunakan bola wol berwarna kuning sebagai pengganti shuttlecock, sehingga stabil dimainkan di lapangan terbuka.

Lapangannya berukuran 12×24 meter dan umumnya dimainkan secara beregu dengan tempo cepat dan intensitas tinggi.

Dengan sosialisasi di Padang sebagai pintu masuk, Ball Badminton Asia berharap Indonesia dapat segera bergabung dalam kalender kompetisi regional dan menjadi kekuatan baru ball badminton di kawasan Asia. (jiga)

Exit mobile version