SORE itu, Senin (9/3/2026), suasana di Lapangan Ombilin terasa berbeda dari biasanya. Angin tipis berhembus di antara derap langkah para pemain muda yang sedang mengasah fisik dan taktik. Di tengah latihan yang penuh keringat itu, hadir rombongan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) I Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Sawahlunto.
Kedatangan mereka bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya serius memastikan kesiapan cabang olahraga sepak bola dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 2026 yang semakin dekat.
Tim Monev I dipimpin Wakil Ketua KONI Sawahlunto, Boy Purbadi, bersama Sekretaris KONI Hendri Febri Yudi. Mereka datang bersama anggota tim Nina Sangra Violita, Adrizal, Muhammad Ihsan, dan Fitria Nova.
Turut mendampingi pula Ketua Bidang Humas KONI Sawahlunto Anton Saputra bersama Tumpak Abdurrahman dan Hendra Idris, memastikan setiap momen kunjungan itu terdokumentasi dengan baik.
Kehadiran rombongan lengkap tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola mendapat perhatian serius dari pengurus olahraga daerah. Dari pinggir lapangan hingga area latihan, mereka menyaksikan langsung bagaimana para pemain Askot PSSI Sawahlunto menjalani program latihan yang dipandu para pelatih.
Dialog hangat pun berlangsung antara tim Monev dan jajaran pelatih yang terdiri dari Sepriwandi, pelatih kiper Oky Samdi Lova, Axel Gustino Nugraha, serta Erwin. Dalam perbincangan itu, berbagai hal dibahas mulai dari program latihan, kondisi pemain, hingga kebutuhan teknis menjelang Porprov.
Boy Purbadi menegaskan bahwa pemantauan langsung seperti ini penting agar pengurus dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi para atlet dan pelatih di lapangan.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa program latihan berjalan dengan baik, serta mengetahui secara langsung kebutuhan atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov Sumatera Barat 2026,” ujar Boy.
Namun kunjungan itu tidak berhenti pada dialog dan pengamatan. Di tengah lapangan, Boy Purbadi sempat mengumpulkan para pemain muda yang tengah berlatih. Dengan suara tegas namun penuh semangat, ia mengingatkan bahwa kesempatan membela daerah adalah kehormatan yang tidak datang dua kali.
“Tidak semua anak-anak Sawahlunto bisa berlatih di tempat ini, dan tidak semua pula bisa terpilih untuk membawa nama Kota Sawahlunto di Porprov. Maka manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan jadilah pemain yang profesional ketika bertanding nanti,” pesannya.
Para pemain terlihat menyimak dengan serius. Bagi mereka, kata-kata itu bukan sekadar motivasi, tetapi pengingat bahwa di pundak merekalah harapan masyarakat kota kecil bersejarah itu dititipkan.
Sebagai penutup kunjungan, tim Monev juga menyerahkan bantuan tunai kepada para pemain dan tim pelatih. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung dan disaksikan seluruh anggota tim monitoring.
Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata agar para atlet dapat berlatih dengan lebih fokus tanpa terbebani hal-hal di luar lapangan.
Dengan sinergi antara pengurus KONI, para pelatih yang berdedikasi, serta semangat para pemain muda, sepak bola Sawahlunto terus menata harapan. Dari lapangan sederhana itu, mimpi untuk mengharumkan nama kota dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 2026 mulai dirajut—satu latihan, satu strategi, dan satu tekad yang sama: membawa pulang kebanggaan bagi Sawahlunto. (*/hendri parjiga)
