Oleh: Dr. H. Afrinal, MH *)
ADA pertanyaan mendasar dan penuh makna yang perlu kita camkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak yang shaleh dan shaleha.
Pertanyannya adalah, ”Kenapa seorang ayah dan ibu dimasa tuanya dengan begitu mudah air matanya keluar mewarnai pipinya yang sudah keriput?”.
Sesungguhnya dan demi Allah, kalau seorang yang sudah tua umurnya atau usianya, pada dasarnya tidak ada lagi yang diharapkan dalam hidupnya kecuali kasih sayang dan belaian anak-anaknya yang masih hidup dengan berbagai status sosial. Bisa saja seorang anak itu bekerja serabutan, pegawai negeri, pegawai swasta, jadi pengusaha, pejabat dan profesi lainnya.
Terkadang, mungkin kita sengaja atau tidak sengaja, terlalu jarang membahagiakan mereka (ayah dan ibu kita) hari ini. Dan, inilah yang sering lupa dan malah dilupakan oleh seorang anak. Bisa saja dengan alasan sibuk, jauh dari kampung halaman (merantau) serta banyak alasan lainnya.
Kondisi lainnya kita sering lupa dengan orang tua kita, karena juga dipengaruhi oleh disibukannnya dengan kehidupan dunia sosial, misalnya ada group-group WhatsAp (WA), duduk-duduk hingga larut malam di cafe atau warung.
Malah kita juga mengeluarkan uang begitu banyak dari dompet kita atau transaksi lewat bank untuk kebutuhan makan dan minum demi teman sejawat dan rekan bisnis di luar sana. Tapi sadarkah kita bahwa semua itu sifatnya sesaat dan akan berlalu begitu saja.
Tapi, ada orang yang semestinya butuh perhatian kita hidupnya selama 24 jam sehari semalam. Dan terkesan orang ini diabaikan ibarat sampah di tong atau benalu dalam kehidupan kita. Malah ada sangkaan bahwa kedua orang tua kita tidak lagi bukan seorang yang penting lagi dalam hidup kita.
Mesti diingat dan dicamkan demi Allah swt, kita berhasil, sukses, dihargai, dihormati malah bisa termasuk orang yang selamat dari bencana kecelakaan dalam hidup ini, bisa jadi masih bergerak bibirnya di hadapan Allah SWT sembari berdo’a untuk kemasalahatannya, ”duhai Allah kasihi anak-ku, sayangi mereka anak-anak-Ku, jaga mereka dari maksiat dan murahkan rezekinya serta mudahkan urusannya. Sekalipun dimasa tua ku ini mereka masih ada yang mengecewakan aku. Tapi, beri anak-ku hidayah (petunjuk menuju jalan yang engkau Ridhai)”.
Dalam hadits dari Walid bin Izar, bahwasanya dia mendengar Aba Amru Asy Syaibani, Dia mengatakan kepada saya pemilik tempat tinggal ini dan dia menunjuk rumah Abdullah dan dia mengatakan: “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, Amal apa yang paling dicintai Allah?” Nabi SAW bersabda: “Salat pada waktunya.”
Kemudian saya bertanya, “Lalu apa lagi?” Nabi SAW menjawab, “birrul walidain.” Dan saya bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Nabi SAW menjawab: “Jihad fii sabilillah.” Demikian yang beliau katakan, Andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi. (HR-Bukhari Muslim)
Pada dasarnya, hadits ini menegaskan tiga amalan yang dicintai Allah SWT, salah satunya yakni birrul walidain yakni berbakti kepada orang tua.
Mengutip buku Keutamaan Birrul Walidayn karya Ibrahim al Hazimy, dijelaskan al birru memiliki arti baik atau juga taat. Sedangkan walidain artinya kedua orang tua. Secara bahasa, birrul walidain adalah berbuat baik kepada orang tua. Semoga ada manfaatnya. Amiin ya Rabb… []
Dosen Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang*)
