“Hal-Hal Kecil yang Menyelamatkan”

Oleh : Nurul Jannah*)

Rutinitas sederhana yang diam-diam menjaga kewarasan

Setiap pagi, selalu datang dengan pola yang hampir sama. Alarm berbunyi. Tubuh bangun. Tangan bergerak menyelesaikan rutinitas harian.

Dari luar, semua tampak tertata rapi, seolah hidup berjalan baik-baik saja.

Namun di dalam diri, tidak selalu demikian. Terkadang ada hari ketika hati terasa sangat penuh, pikiran terasa sesak, dan napas terasa lebih berat tanpa sebab yang benar-benar jelas.

Di saat seperti itu, yang dibutuhkan cukup jeda kecil saja. Jeda sunyi yang memberi ruang bagi diri untuk kembali utuh.

Jeda Sunyi untuk Menemukan Kembali Diri

Ketika pikiran terasa padat, cobalah duduk sebentar tanpa melakukan apa pun. Hanya diam saja. Tarik napas perlahan dan dalam, lalu hembuskan panjang. Rasakan hadirnya kesadaran bahwa aku masih di sini, dan aku baik-baik saja.

Atau berhenti sejenak, hanya untuk menatap langit sore beberapa menit lebih lama dari biasanya. Dan membiarkan pandangan diri jauh ke depan, tanpa harus memikirkan apa pun.

Bisa juga dengan memejamkan mata sembari mendengarkan alunan musik yang menenangkan.

Momen-momen sederhana itu terlihat biasa memang. Namun justru di situlah hati menemukan ruang bernapas. Tidak dikejar waktu. Tidak ditarik oleh tuntutan. Hanya hadir saja secara utuh.

Aktivitas Sederhana yang mampu Merapikan Isi Kepala

Aktifitas ringan seperti menyeduh teh hangat sebelum memulai aktivitas. Sambil menatap uap tipis yang naik dari cangkir dan menyesapnya perlahan. Mampu menghadirkan kenikmatan tersendiri. Di mana hati seperti diberi kesempatan mengejar ketenangannya sendiri.

Kegiatan-kegiatan ringan lainnya seperti menyapu lantai, mengelap meja, melipat pakaian serta menyiram tanaman juga bisa dilakukan untuk menghalau jenuh. Terlihat sangat sederhana memang. Namun apabila dilakukan dengan bahagia, mampu menyingkirkan seluruh kusut yang ada.

Mengapa Hal Kecil Justru Menjadi Penyelamat?

Terkadang muncul anggapan bahwa untuk merasa lebih baik dibutuhkan sesuatu yang besar. Seperti misalnya perjalanan jauh atau perubahan besar dalam hidup.

Padahal bukan itu. Justru kebiasaan-kebiasaan ringan sehari-harilah yang membuat kita strong dan_strugle.

Maka ketika hari terasa berat, yang dibutuhkan adalah kembali pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang selama ini setia menemani. Karena, di situ ternyata letak kunci kekuatannya, kenapa kita masih mampu berdiri kokoh hingga hari ini.🌹❤️❤‍🔥.

Jakarta, 29 Januari 2026

Nurul Jannah adalah seorang dosen lingkungan di IPB University, lulusan doktor lingkungan dari Hiroshima University, penulis produktif, dan penggerak literasi*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *