UNES Turunkan 50 Mahasiswa Ikuti Program Mahasiswa Berdampak di Lubuk Nyiur

Rektor UNES bersama tim dosen berswafoto dengan mahasiswa yang mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Lubuk Nyiur, Batang Kapas. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Universitas Ekasakti (UNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menurunkan sebanyak 50 mahasiswa untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa dilepas secara resmi oleh Rektor UNES Prof. Dr . H. Sufyarma Marsidin, M.Pd dalam sebuah seremoni yang digelar di lingkungan kampus.

Siaran pers yang diterima fokussumbar.com pada Selasa (3/2/2026), menyebutkan bahwa para mahasiswa diberikan coaching terkait dengan program yang akan dilakukan selama berada di lapangan oleh team dosen pendamping  Ir. Gusriati, M.Si, Dr, Ir. Murnita, MP dan Wawan Sumarno, SP., M.Si.

Pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pimpinan universitas terhadap peran aktif mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Pesisir Selatan Lubuk Nyiur Kecamatan Batang Kapas.

Program pengabdian ini dilaksanakan di Nagari  IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Nagari  IV Koto Mudiek, mahasiswa yang terlibat berasal dari Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) yang terdiri dari lintas angkatan.

Mengusung tema “PENGUATAN EKOMONI PETANI: Pemulihan Ekonomi Petani Akibat Banjir Melalaui Usahatani Jagung Berkelanjutan Di Nagari Lubuk Nyiur Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan”, program ini dirancang sebagai upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.

Ketua tim dosen, Ir. Gusriati, M.Si, menyampaikan bahwa kondisi pascabencana masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama pada sektor pertanian dan sosial ekonomi masyarakat.

“Kondisi pascabencana di wilayah ini masih memerlukan pendampingan, khususnya pada aspek pertanian, lingkungan, sosial, dan ketahanan ekonomi keluarga. Kita berharap melalui program ini masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit kembali dari segala hal,” ujarnya.

Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat pascabencana.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi warga,” ungkap Wawan Sumarno, SP., M.Si.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas lapangan, mulai dari survei dan pendataan kondisi masyarakat pascabanjir, gotong royong pembersihan lingkungan dan lahan pertanian, edukasi pertanian terintergrasi, penyuluhan pertanian, hingga pendampingan ketahanan ekonomi keluarga petani.

Tim Dosen Pembimbing Lapangan Dr.Ir Murnita, MP, menambahkan bahwa pemanfaatan sumberdaya local menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini.

“Mahasiswa dari program studi Agribisnis bekerja secara kolaboratif dengan semua Lembaga terkait  untuk bisa lebih memberikan dampak kepada Masyarakat terdampak bencana. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang diberikan lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi Masyarakat terdampak,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa, khususnya dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap isu kebencanaan dan kemanusiaan.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pemulihan bencana dan pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera, khususya Sumatera Barat.

Sebelumnya, UNES Juga telah mendirikan posko bencana serta menyalurkan bantuan non-tunai ke sejumlah wilayah terdampak bencana di di Sumatera Barat. (*/yumi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *