Cerpen : Raden Muhammad Soekarno Hazied dan Sabban Malawi
Seorang ayah meninggalkan anaknya dan pergi ke luar negeri bersama ibunya karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Jadi ayahnya bilang akan janji balik jika telah selesai kerja.
Setelah ayahnya pergi dia tak bersama siapa siapa dirumahnya jadi dia pergi ke taman bermain dengan teman-temannya. Setelah sampai di taman ia menemui seorang anak yang bermuka cemberung karena bernasib sama seperti dia.
Lalu si Ardi pun pergi menghampirinya dan mengucapkan kata salam. Setelah itu ia menanya ada masalah apa dan si Lizo menjawab ia ditinggal orang tuanya keluar negeri.
Ardi pun menjawab, aku pun juga sama. Kalau begitu mari kita menjadi sahabat dan mari tinggal di rumah ku. Setelah 10 tahun mereka pun sudah menapaki kesuksesan. Tapi ayah Ardi dan Lizo belum juga berkunjung, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal bersama.
Mereka selalu pergi kerja bersama maupun jalan-jalan bersama. Setelah mendengar kabar kalau misalnya ayah Ardi dan Lizo meninggal, mereka pun kecewa karena mereka tidak bisa mengunjungi makam ayah mereka karena mereka belum memiliki duit yang cukup untuk pergi keluar negeri.
Ibu meraka ternyata telah lama berteman. Dan, ibu mereka pun menyuruh mereka untuk mengirim doa untuk ayah mereka, setelah itu Lizo pun baru ingat bahwasanya ayah mereka sudah menjadi sahabat lama, dan mereka meninggal karena ayah mereka sedang berjalan menaiki mobil untuk balik menjumpai Ardi dan Lizo tapi mereka tidak sengaja menabrak mobil orang lain.
Seiring berjalannya waktu, Lizo dan Ardi pun sudah menikah tetapi walaupun mereka sudah menikah mereka masih sering nongkrong bersama di warkop. Mereka pun juga bekerja di tempat yang sama.
Suatu hari mereka sudah mengumpulkan duit. Di rekening tercatat saldo sekitar 9.000.000.000 (9 milyar) yang mereka tabung selama 10 tahun. Mereka pun memutuskan untuk menemui ibunya dan pergi ke makam ayah mereka bersama.
Setibanya mereka di Singapura mereka langsung menuju ke tempat ibu mereka berada. Mereka melihat di rumah ibu ternyata tidak ada siapa siapa. Setelah di telpon tidak ada yang mengangkat teleponnya, mereka bingung karena lima tahun yang lalu ibu mereka ada di tempat yang sama.
Ternyata setelah dicari-cari informasi, mereka ternyata ibu mereka sedang di rawat di rumah sakit. Setelah mendapatkan kabar itu mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit, dan dokter bilang “ibu kalian perlu di operasi dengan biaya mencapai 80 juta,” mereka pun menyetujuinya.
Setelah sepekan di operasi ibu mereka telah diperbolehkan dokter keluar rumah sakit dan mereka membawa ibu pulang ke Indonesia. Mereka pun telah memiliki anak tiga orang. Mereka pun jalan jalan ke Eropa. Mimpi Ardi bisa ke Eropa pun akhirnya terwujudkan.
Mereka berkunjung ke negara Spanyol.Mereka pun pergi ke stadion Santiago Bernabeu untuk melihat impian anak anak mereka menonton Real Madrid langsung dari tribun penonton. Ketika Madrid kalah melawan Benfica dengan skor 4-2, muka anak anak mereka menjadi cemberung.
Tapi Ardi dan Lizo mencoba menenangkan meraka agar bisa lanjut mengelilingi Eropa. Setelah mereka siap berkunjung di Spanyol ibu mereka meminta untuk mengunjungi negara Korea Selatan karena ibu mereka ngefans dengan Idol K-Pop.
Mereka pun menurutinya dan mereka langsung memesan tiket pesawat untuk terbang ke Korea Selatan. Setelah Ardi dan Lizo sampai di Korea Selatan mereka mengecek saldo, dan ternyata tersia 20 juta lagi.
Tapi ketika mereka melihat ada acara di Korea yang bisa mendapatkan hadiah sebesar 20 milyar mereka pun membawa ibu mereka dan anak anak juga istri mereka untuk menonton konser blackpink dan mereka pergi ke acara Korea itu.
Mereka membaca peraturannya agar bisa memenangkan hadiah sebesar 20 milyar itu, setelah dilihat peraturannya adalah tidak boleh membawa alat seperti gunting, meraka pun melihat cara kerja acara Korea ini dengan membuat squad minimal dua orang dan maksimal empat orang untuk menjawab pertanyaan dengan cepat.
Mereka pun menyuruh menyiapkan perlengkapan untuk mengikuti acara tv Korea itu. Istri mereka pun sangat senang dengan berita itu, dan mereka pun memasak makanan special untuk mereka.
Saat ibu mereka mendengar hal itu, ibu mendoakan agar mereka dapat menang di acara tv. Setelah selesai makan mereka berdua menyuruh ibu, anak anak dan istri mereka untuk melihat siaran tv itu.
Setelah sampai di tempat acara mereka belajar untuk sementara agar mereka bisa menjawab soal itu dengan mudah dan mereka sudah bersiap-siap untuk menjawab soal tersebut.
“Ok, apa kalian semua siap untuk memulai acara tv Korea ini,” ucap seorang juri.
Saat melihat siaran tv Korea itu, ibu, istri dan anak-anak mereka memohon agar mereka memenangkan acara tv ini. Setelah semua soal dijawab mereka disuruh untuk membuat sim untuk regristrasi, kemudian melakukan registrasi dengan meminta akta kelahiran, kartu keluarga, KTP, SIM, dan passpor.
Setelah regristrasi, maka mereka menanti momen yang paling di tunggu. Semua squad dan keluarga mereka telah bersiap untuk mendengarkan siapa pemenang acara tv tersebut.
Juri pun menyebutkan dengan jelas dan lugas. Juri menyebutkan squad Ardi dan Lizo tampil sebagai pemenangnya.
Keluarga mereka pun bersorak bahagia, dan muka Ardi dan Lizo sangat senang usai acara mereka berdua membawa piala besar beserta cek senilai 20 milyar. Duh, senangnya keluarga mereka.
Mereka pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan keliling Eropa. Negara yang dikunjungi selanjutnya adalah Portugal.
Di Portugal mereka bersenang-senang bersama orang orang tersayangnya. Selesai berkunjung di Portugal rupanya ibu Lizo dan Ardi mulai sakit dan akhirnya ibu mereka berpulang ke Rahmatullah setelah 10 tahun kematian ayah mereka. []
Murid kelas 5 TZ SD YPSA (Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah) Sekolah Internasional Kota Medan*)




