DI ruang-ruang konseling SMA Negeri 12 Padang, nama Musniwati, S.Pd., M.Pd., Kons. bukanlah sosok asing. Perempuan kelahiran Padang, 25 Juni 1976 ini telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mendampingi siswa menemukan arah, menguatkan karakter, dan menata masa depan.
Dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c), Musniwati menapaki kariernya sebagai guru Bimbingan dan Konseling dengan kesungguhan dan konsistensi.
Lulusan S1 IKIP Padang (1999) dan S2 Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang (2006) jurusan Bimbingan dan Konseling ini juga menuntaskan Pendidikan Profesi Konselor pada 2010, sebuah peneguhan komitmen profesionalnya di dunia pendidikan.
Kariernya dimulai di SMAN 3 Bukittinggi pada 2002. Hampir satu dekade, Wati, sapaan akrabnya, mengabdi di sana sebelum melanjutkan tugas di SMAN 12 Padang sejak 2011 hingga kini.
Pengalaman panjang itu bukan hanya memperkaya jam terbangnya sebagai pendidik, tetapi juga mengasah kepemimpinan.
Di SMAN 12 Padang, Musniwati dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas (2013–2016) dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (2016–2019).
Dua posisi strategis itu memperlihatkan kapasitasnya dalam membangun komunikasi publik sekaligus membina karakter dan disiplin peserta didik.
“Bagi saya, menjadi guru BK bukan hanya menyelesaikan masalah siswa, tetapi membimbing mereka agar mampu mengenali potensi diri dan berani menentukan masa depan,” ujar Musniwati.
Tak berhenti pada tugas struktural, Wati juga aktif dalam pengembangan profesi. Berbagai pendidikan dan pelatihan diikutinya, mulai dari Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor Guru Pembelajar, Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah (CKS), hingga Diklat Fasilitator Nasional PKG Bimbingan dan Konseling.
Pada 2025, sosok guru yang disenangi para muridnya itu mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah, langkah nyata menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Baginya, kepemimpinan di sekolah harus berakar pada keteladanan.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi tempat membentuk karakter. Seorang pemimpin sekolah harus hadir, mendengar, dan memberi solusi,” tuturnya.
Pengalaman organisasinya pun tak kalah kuat. Wati pernah dipercaya sebagai Ketua MGMP Bimbingan dan Konseling SMA/SMK Kota Bukittinggi periode 2007–2011, memperkuat kolaborasi dan kualitas guru BK di daerah tersebut.
Perjalanan panjang pengabdian itu mengantarkannya pada momentum penting. Musniwati termasuk salah satu guru yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah pada 12 Februari 2026 di Auditorium Istana Gubernur Sumbar. Wati dilantik sebagai Kepala SMAN 11 Padang.
Momen tersebut menjadi penegasan atas dedikasi, integritas, dan kapasitas kepemimpinannya di dunia pendidikan.
Ia pun menyambut amanah itu dengan kerendahan hati.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan dan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ungkapnya.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Musniwati berdiri sebagai figur pendidik perempuan yang matang secara akademik, kaya pengalaman organisasi, dan teruji dalam kepemimpinan, seorang konselor yang tak hanya mendampingi, tetapi juga menginspirasi.
Selamat bertugas di tempat yang baru Buk Wati. Semoga sukses dan amanah. (hendri parjiga)
