SUASANA ruang sidang doktoral di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang, Jumat, 13 Februari 2026, berlangsung khidmat. Di hadapan para promotor dan penguji, seorang akademisi yang juga praktisi olahraga berdiri dengan penuh keyakinan.
Sidang Tertutup S3 Lantai 2 FIK UNP, dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Bertindak sebagai Penyelia adalah Rektor UNP, Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D.
Sementara Dekan FIK, Prof. Dr. Nurul Ihsan, S.Pd., M.Pd., menjadi Ketua Sidang, didampingi Ketua Prodi S3 Prof. Dr. Alnedral, M.Pd., serta tim promotor dan penguji lintas kepakaran.
Ia bukan sekadar mempertahankan disertasi. Tapi juga sedang meneguhkan fondasi keilmuan bagi arah pembinaan olahraga Sumatera Barat. Study Program Doktoral itu diselesaikannya selama 2 tahun 6 bulan.
Dialah Dr. Septri, S.Si., M.Pd. Ketua Porprov XVI Tahun 2026, Sekretaris Bola Tangan Sumbar, dosen FIK UNP, dan juga Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar.
Di pundaknya bertumpu tanggung jawab pembinaan prestasi atlet Sumbar. Dan di ruang sidang doktoral itu, tanggung jawab tersebut menemukan legitimasi ilmiahnya.
Judul disertasinya lugas dan aplikatif: “Pengembangan Bentuk Latihan Combined Training untuk Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Lengan, dan Kelincahan Atlet Karate Junior.”
Penelitian ini bukan sekadar kajian teoritis. Ia lahir dari pergumulannya di lapangan. Sebagai atlet, pelatih, hingga pengurus yang menyaksikan langsung dinamika pembinaan di daerah.
Sebagai Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar, Septri memahami bahwa tantangan terbesar olahraga daerah bukan hanya soal fasilitas, tetapi konsistensi metodologi latihan dan penguatan pendekatan ilmiah.
Melalui model combined training yang teruji secara akademik, ia menghadirkan tawaran nyata: pembinaan atlet usia muda yang terukur, sistematis, dan berbasis data.
“Olahraga modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengalaman. Ia harus ditopang riset, data, dan pendekatan ilmiah,” tegasnya.
Gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar capaian akademik. Ia menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kebijakan pembinaan prestasi di tingkat provinsi.
Perjalanan Septri di dunia olahraga terbilang lengkap. Lahir di Padang, 12 September 1985, ia menapaki seluruh anak tangga pembinaan:
Atlet yang dibentuk oleh kompetisi, pelatih yang membina mental dan strategi, wasit yang menjunjung keadilan, dan pengurus yang memikul amanah.
Kini, perannya semakin strategis.
Sebagai Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar, Septri terlibat langsung dalam merumuskan arah peningkatan prestasi olahraga daerah.
Sebagai Ketua Porprov XVI Sumbar Tahun 2026, ia memimpin pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat.
Dan sebagai akademisi FIK UNP, ia menyiapkan generasi pelatih dan praktisi olahraga berbasis sport science.
Perpaduan ini menjadikannya figur langka: praktisi yang akademis, sekaligus akademisi yang membumi.
“Gelar ini bukan untuk saya pribadi. Ini untuk olahraga Sumbar. Ilmu harus kembali ke lapangan dan memberi dampak nyata,” tegasnya.
Dalam kepemimpinannya di Porprov XVI 2026, Septri mengusung tiga pilar utama:
Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan ukses pembinaan jangka panjang.
Sebagai pejabat bidang pembinaan prestasi di KONI Sumbar, ia mendorong agar Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga instrumen pemetaan kekuatan dan evaluasi sistem pembinaan.
Baginya, Porprov adalah momentum konsolidasi. Ia menekankan pentingnya standarisasi metode latihan, penguatan kualitas pelatih, evaluasi berbasis data performa, dan integrasi riset kampus dengan kebutuhan cabang olahraga.
Ujian disertasi itu telah usai. Gelar doktor telah disematkan. Namun maknanya melampaui seremoni akademik.
Di dalamnya, terkandung pesan kuat bahwa kepemimpinan olahraga hari ini harus berlandaskan ilmu.
Di tangan Dr. Septri, ruang sidang doktoral tidak terpisah dari gelanggang pertandingan. Kampus dan lapangan menyatu dalam satu visi besar: membangun olahraga Sumatera Barat yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dari ruang sidang doktor ke panggung Porprov, ia membawa satu komitmen:
Olahraga Sumbar harus naik kelas. Dikelola dengan integritas, dipimpin dengan pengalaman, dan diperkuat oleh ilmu pengetahuan.
Selamat Septri. Teruslah berbuat dan menginspirasi untuk pribadi dan kemajuan olahraga Sumatera Barat. Semoga! (hendri parjiga)




