Sambut Ramadhan, Wali Kota Hendri Arnis Ingatkan Warga: Jaga Tradisi, Utamakan Keselamatan

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis. (foto; ist)

PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ramadhan selalu datang dengan rindu. Rindu pada azan yang lebih khusyuk, pada sajadah yang lebih lama terhampar, pada doa-doa yang menguat di antara riuh dunia.

Di tengah suasana itu, Pemerintah Kota Padang Panjang mengajak masyarakat menyambut bulan suci dengan hati bersih tanpa mengabaikan keselamatan jiwa.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengingatkan agar tradisi menyambut Ramadhan seperti balimau atau mandi di sungai dan danau tidak dilakukan secara berlebihan, apalagi dalam kondisi cuaca yang belakangan ini ekstrem.

“Tradisi adalah identitas kita. Tapi keselamatan adalah prioritas. Jangan sampai niat menyucikan diri justru berujung petaka,” tegas Hendri Arnis, Selasa (17/2/2026).

Cuaca Ekstrem, Risiko Nyata

Beberapa pekan terakhir, hujan deras dan angin kencang kerap mengguyur kawasan Sumatera Barat, termasuk Padang Panjang. Debit sungai meningkat, arus lebih deras, dan potensi longsor di sejumlah titik tak bisa diabaikan.

Dalam situasi seperti ini, aktivitas mandi beramai-ramai di sungai atau danau berisiko tinggi,terutama bagi anak-anak dan remaja.

Pemko menilai, kebiasaan yang dilakukan tanpa pengawasan dan perhitungan kondisi alam bisa mengundang bahaya. Terlebih, sering kali kegiatan tersebut disertai konvoi kendaraan, berdesakan di tepian sungai, hingga aksi saling dorong yang berujung kecelakaan.

“Kita ingin Ramadhan datang dengan suka cita, bukan dengan kabar duka. Orang tua harus mengawasi anak-anaknya. Jangan biarkan mereka pergi tanpa kontrol,” ujarnya.

Hendri juga mengajak masyarakat memaknai balimau secara lebih substansial. Membersihkan diri bisa dilakukan di rumah, di lingkungan yang aman, tanpa harus berkerumun di lokasi terbuka yang berisiko.

Menurutnya, esensi menyambut Ramadhan bukan pada seremoni air dan keramaian, melainkan pada kesiapan hati dan niat untuk memperbaiki diri.

“Ramadhan adalah momentum introspeksi. Mari kita songsong dengan taubat, dengan saling memaafkan, dengan menjaga ketertiban dan keamanan kota ini,” katanya.

Terkait awal Ramadhan, Hendri Arnis mengajak masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat para ulama dan otoritas terkait. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam penetapan 1 Ramadhan.

“Kita tunggu bersama hasil sidang isbat. Apapun keputusan yang ditetapkan, itulah yang kita ikuti. Persatuan umat jauh lebih utama,” himbaunya.

Walikota Hendri Arnis berharap Ramadhan tahun ini menjadi bulan yang membawa ketenangan, bukan kegaduhan. Selain mengimbau kewaspadaan terhadap tradisi yang berisiko, pemerintah juga mengingatkan agar tidak ada aksi ugal-ugalan di jalan, petasan berlebihan, atau kegiatan yang mengganggu ketertiban umum.

Di kota berhawa sejuk ini, Ramadhan selalu memiliki suasana khas, hangat dalam kebersamaan, teduh dalam ibadah. Namun di balik semua itu, ada tanggung jawab kolektif untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.

“Ramadhan adalah bulan rahmat. Mari kita jaga diri, keluarga, dan kota ini. Sambut dengan doa, bukan dengan bahaya,” tutup Hendri Arnis.

Di antara deras hujan dan angin yang masih berhembus, Padang Panjang menunggu bulan suci dengan harap, semoga yang datang adalah berkah, bukan musibah. (paulhendri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *