PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M di Masjid Raya Tasykurun, Taratak Paneh, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, resmi ditutup oleh Ketua Masjid Raya Tasykurun, Ustadz Dr. H. Gusfahmi Arifin, SE., MA.
Pesantren Ramadhan yang mengusung tema “Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara” tersebut, berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2026, dan berjalan dengan lancar sesuai dengan program yang telah direncanakan.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 88 santri dan santriwati yang berasal dari lingkungan sekitar Masjid Raya Tasykurun, Taratak Paneh RW 06 kelurahan Korong Gadang. Dari jumlah tersebut, 45 peserta merupakan siswa tingkat SD dan 43 peserta tingkat SMP.
Ketua panitia, Muhammad Satia Siregar, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama generasi muda sekaligus membentengi mereka dengan akhlakul karimah di tengah tantangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meramaikan surau dan menghidupkan suasana ibadah selama bulan suci Ramadhan.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda serta mengajak mereka untuk lebih dekat dengan masjid dan Al-Qur’an,” ujarnya.
Selama kurang lebih 20 hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang dikemas secara edukatif dan menarik. Di antaranya tadarus dan tahfidz Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan serta menambah hafalan surat-surat pendek.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi fiqih ibadah seperti tata cara shalat, puasa, hingga penyelenggaraan jenazah. Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan kisah teladan Nabi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Para santri juga dibekali pelatihan adab yang menekankan etika dalam berinteraksi dengan orang tua, guru, serta sesama. Untuk menambah semangat kebersamaan, panitia juga mengadakan games Islami dan buka puasa bersama guna mempererat ukhuwah di antara para peserta.
Ketua Masjid Raya Tasykurun, Ustadz Dr. H. Gusfahmi Arifin, SE, MA., berharap para santri dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti Pesantren Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Masjid Raya Tasykurun bukan sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan karakter bagi anak-anak. Pesantren Ramadhan ini dirancang agar menyenangkan namun tetap sarat dengan nilai-nilai tauhid,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, pihak masjid juga menyerahkan santunan kepada anak yatim serta sertifikat dan hadiah kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan program Pesantren Ramadhan dengan baik.
Kegiatan ini pun ditutup dengan penuh rasa syukur dan harapan agar program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. (bima)
