BSI Pancadaya Perkuat Kemandirian Bank Sampah, Kolaborasi dengan PT Pegadaian Hadirkan Program Apresiasi

Kepala Cabang PT. Pegadaian Tapi Banda, Yudi Syafrianto tengah berikan sambutannya tentang support Pegadaian terhadap kegiatan BSU serta program unggulan Pegadaian yang bisa dimanfaatkan pengurus BSU. (foto; dika)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Upaya membangun kesadaran lingkungan tak hanya berhenti pada pengumpulan sampah, tetapi juga bagaimana mengelolanya secara berkelanjutan. Hal inilah yang terus didorong oleh Bank Sampah Induk (BSI) Pancadaya Kota Padang.

Dengan membina hampir 80 Bank Sampah Unit (BSU), BSI Pancadaya secara konsisten berupaya meningkatkan kapasitas mitra binaannya agar lebih mandiri dan profesional.

Direktur BSI Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati (kiri), Ketua Forsepsi kota Padang, Mahaza dan Pembina Forsepsi kota Padang, Eko Muhardi (kanan) bersama pemenang “Golden Ticket”. (foto; dika)

“Salah satu langkah nyata yang sekarang sedang kita lakukan adalah mendorong pengurus BSU untuk memanfaatkan aplikasi digital dalam pengelolaan bank sampah,” ucap Direktur BSI Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati dalam pada pertemuan Direktur BSU bersama mitra PT. Pegadaian Tapi Banda kota Padang, di kantor BSI Pancadaya komplek kantor Camat Kuranji.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Cabang PT Pegadaian Tapi Banda, Yudi Syafrianto bersama rombongan, Ketua Perwakilan Forsepsi Sumbar, Refwildon, Ketua Forsepsi kota Padang, Mahaza, Pembina Forsepsi kota Padang, Eko Muhardi serta Direktur BSU binaan BSI Pancadaya.

Direktur BSU binaan BSI Pancadaya serius mengikuti iven bulanan. (foto; dika)

Direktur BSI Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati, yang juga Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Pusat ini, menyebutkan, bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan layanan bank sampah.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Pegadaian Tapi Banda, Yudi Syafrianto, menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan literasi dan pengembangan bank sampah.

Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk edukasi, tetapi juga melalui program insentif bagi bank sampah yang berhasil menjaring nasabah baru.

Sebagai bentuk apresiasi, Pegadaian juga memberikan berbagai kemudahan layanan bagi pengurus bank sampah, mulai dari akses produk tabungan emas hingga layanan pembiayaan lainnya.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran bank sampah sebagai agen perubahan ekonomi dan lingkungan di tengah masyarakat,” ucap Yudi.

Menariknya, semangat kompetisi positif juga dihadirkan melalui program “April Golden Challenge” yang digelar Pegadaian. Program ini memberikan penghargaan kepada bank sampah dengan capaian terbaik dalam pembukaan rekening tabungan emas.

BSI Pancadaya berhasil meraih posisi pertama, disusul BSU Tenggiri dan BSU As Sakinah. Selain itu, BSI Pancadaya juga memberikan “Golden Ticket” sebagai bentuk apresiasi atas kinerja BSU selama bulan April 2026.

Beberapa kategori penghargaan yang diberikan antara lain BSU dengan administrasi terbaik dan pengurus paling solid yang diraih oleh BSU Sakinah, BSU paling terpilah oleh Sejahtera Bersama, serta pengurus paling edukatif oleh As Sakinah.

Program ini tidak sekadar menjadi ajang penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh BSU binaan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, BSI Pancadaya optimistis bank sampah di Kota Padang dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. (bima)

Exit mobile version