Unand Berpuisi, Merawat Tradisi Sastra di Usia 70 Tahun Universitas Andalas

Sekretaris Unand, Dr. Aidinil Zetra, MA memotong tumpeng bersama penyair Asean, Syarifuddin Arifin dalam rangkaian Unand Berpuisi. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Suasana penuh makna dan nuansa kebudayaan mewarnai Gedung Convention Hall Kampus Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Padang, Selasa (2/6/2026), saat Himpunan Media Sumbar (Hamas) bersama Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas menggelar kegiatan bertajuk “Unand Berpuisi.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 70 Tahun Universitas Andalas sekaligus penghormatan kepada Penyair ASEAN, Syarifuddin Arifin yang juga genap berusia 70 tahun.

Acara tersebut menghadirkan pertemuan antara sastra, budaya, dan refleksi zaman melalui pembacaan puisi, orasi budaya, hingga pertunjukan musikal puisi.

Rangkaian peringatan 70 Tahun Universitas Andalas sekaligus penghormatan kepada Penyair ASEAN, Syarifuddin Arifin yang genap berusia 70 tahun ramai disaksikan mahasiswa. (foto; ist)

Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, MA, hadir bersama sejumlah tokoh akademisi, budayawan, sastrawan, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian menuju puncak peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas yang akan digelar pada 13 September 2026 mendatang.

Tujuh dekade perjalanan Universitas Andalas tidak hanya menandai usia sebuah institusi pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi simbol konsistensi dalam membangun tradisi intelektual dan kebudayaan yang berkontribusi bagi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, penyair, penulis, sekaligus Komisaris Utama ILCS PT Pelindo Solusi Digital, Riri Satria, menyampaikan orasi budaya bertajuk “Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan, Kepenyairan dan Kebudayaan.”

Sekretaris Unand, Aidinil Zetra didampingi Ketua Hamas Isa Kurniawan dan pengurus serahkan penghargaan kepada Komisaris Utama ILCS PT Pelindo Solusi Digital, Riri Satria, yang menyampaikan orasi budaya bertajuk “Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan, Kepenyairan dan Kebudayaan.” (foto; ist)

Tema ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia sastra dan kebudayaan.

Acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Unand Aidinil Zetra bersama Syarifuddin Arifin, serta penyerahan penghargaan Achievement Award kepada penyair senior tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam dunia sastra.

Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, kegiatan ini juga menjadi wadah dialog dan refleksi tentang posisi kebudayaan di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.

Pada momentum yang sama, dilakukan pula peresmian kepengurusan Himpunan Media Sumbar (Hamas). Peresmian ditandai dengan pemasangan seragam Hamas oleh Aidinil Zetra bersama Koordinator Hamas, Isa Kurniawan, kepada para pembina dan penasihat organisasi.

Sejumlah penyair senior Sumatera Barat turut memeriahkan kegiatan ini, di antaranya Dr. Andria C. Tamsin, Dadang Leona, dan Fauzul el Nurca. Selain itu, tampil pula Syafniwati Cika dan Rezky Amelia dari kalangan seniwati.

Dari lingkungan akademik Unand, pembacaan puisi juga dilakukan oleh Prof. Rahmi Fahmi, Prof. Henny Herwina, Dr. Noni Sukmawati, dan Dr. Wirdanengsih. Sementara dari kalangan mahasiswa, Annisa Putri tampil membacakan karya puisi yang mendapat apresiasi dari para hadirin.

Kegiatan ditutup dengan pertunjukan musikal puisi oleh Kelompok 3 Tambud yang terdiri dari Boyke Sulaiman, Ikhsan Rosha, dan Nurul Widya Ningsih. Penampilan mereka berhasil menghibur sekaligus memukau para peserta yang hadir hingga akhir acara.

Melalui “Unand Berpuisi”, Universitas Andalas tidak hanya merayakan perjalanan usianya yang ke-70, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam merawat tradisi sastra, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perubahan zaman yang terus bergerak dinamis. (bima)

Exit mobile version