TAPAN, FOKUSSUMBAR.COM — Akses jalan raya penghubung Tapan–Kerinci di Kampung Jangki Ayam, Kenagarian Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu (RAHUL) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali normal dan dapat dilalui kendaraan setelah sempat terputus akibat tanah longsor dan pohon tumbang.
Peristiwa tersebut dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan itu pada Jumat malam (9/10/2026), sekitar pukul 22.00 WIB. Material tanah dengan ketinggian sekitar satu hingga dua meter menutupi badan jalan di dua titik yang berdekatan sehingga menghambat arus lalu lintas.
Selain longsor, pohon tumbang juga menimpa kabel listrik milik PLN dan menyebabkan aliran listrik di kawasan sekitar mengalami pemadaman.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan Iptu Usman Kamal, S.H., M.M., bersama jajaran kepolisian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Petugas kepolisian bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapan dan operator alat berat jenis loader dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesisir Selatan bahu-membahu membersihkan material tanah dan pohon tumbang yang menutupi badan jalan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi pada jalur penghubung Tapan–Kerinci yang sempat tidak dapat dilalui kendaraan akibat material longsor.
Berkat kerja sama tim gabungan, proses pembersihan material longsor dan pohon tumbang akhirnya berhasil diselesaikan. Arus lalu lintas di jalur tersebut kembali dibuka pada Sabtu pagi (10/10/2026), sekitar pukul 09.40 WIB.
Dengan kembali normalnya akses jalan tersebut, kendaraan masyarakat kini dapat melintas kembali setelah sebelumnya terganggu akibat bencana alam.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat dan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur yang rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat juga diharapkan berhati-hati terhadap potensi tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan lain yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan masih cukup tinggi sehingga potensi terjadinya bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi bersama.
Dengan demikian, kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan bencana di wilayah Pesisir Selatan. (MoN)
