PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Nagari Creative Hub (NCH) merupakan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menciptakan pusat inovasi dan kolaborasi di tingkat nagari guna mengoptimalkan potensi lokal. Program ini menyediakan ruang fisik dan digital, mendukung UMKM masuk ke pasar daring, serta memberdayakan masyarakat melalui subsektor ekonomi kreatif, bahkan berbasis masjid.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy di rumah dinas saat menerima kunjungan Walinagari Pangian Hijrah Adi Sukrial beserta perangkat NCH Nagari Pangian, di Padang, Kamis lalu (2/4/2026).
Hadir juga mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar,Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si, Kepala Bidang Sejarah, Adat dan Nilai-Nilai Tradisi Zardi Syahrir, Pamong Budaya Madya Noviyanti A, Fungsional Ahli Muda Ridho Arifandi.
Wagub Vasko Ruseimy juga menambahkan, pentingnya memanfaatan kemajuang teknologi informasi secara digital dalam berbagai aktifitas pembinaan maupun dalam aktifitas mengangkat potensi nagari secara keseluruhan.
“Bagaimana potensi lokal nagari tersebut dapat merambah pasar diluar dalam promosi dan penjualan, sehingga pembelinya tidak saja datang dari dalam daerah akan tetapi mendapat respon jual beli secara online dari konsumen diluar daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya kemasan produk potensi nagari tersebut sesuai dengan standar pasar baik dalam kemasan maupun nilai rasa yang terjamin”, ungkapnya.
Vasko juga menegaskan jangan kegiatan NCH hanya di 3 Nagari yang sudah di-SK-kan tahun 2025 tapi kita akan melakukan penambahan 11 nagari tahun 2026, dan itu bersifat darat semata, kita berharap lebih kreatif lagi mengemasnya dalam publikasi yang lebih luas secara digital.
“Termasuk aktifitas pembinaan nilai-nilai Silat Tradisi yang akan diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan bersama masyarakat Nagari Pangian Lintau Tanah Datar. Setiap aktifitas yang dilakukan Dinas Pemprov Sumbar mesti juga dilakukan secara digital dan masif di media pemberitaan yang ada,” jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri juga mengatakan, saat ini Dinas Kebudayaan Sumbar telah menyelenggarakan pelatihan khusus tim kreatif media sosial bagi aparatur Dinas Kebudayaan untuk masifkan setiap kegiatan Kebudayaan di Sumatera Barat.
“Kita telah melakukan pelatihan meningkatkan sistem dan pola publikasi kepada beberapa staf aparatur dilingkup Dinas Kebudayaan, walaupun ini masih baru akan tetapi kami akan pacu percepatan kemahiranya serta juga bagaimana pemanfaatan media digital (Media Sosial) dengan melakukan promosi adv di media sosila tersebut,” tegasnya.
Pung panggilan akrab Syaiful Bahri katakan, kita akan terus memonitor aktifitas publikasi media sosial di lingkup Dinas Kebudayaan setiap hari terus menerus. Dimana setiap pegawai Dinas Kebudayaan melek dan ikut berperan menyebarluaskan di media sosial mereka masing-masing.
“Ajakan Wakil Gubernur Sumatera Barat, mengingatkan kami untuk bekerja keras, berkarya bagaimana meningkatkan produktifitas kebudayaan Sumatera Barat, Adat tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan, menggambarkan kekokohan prinsip adat yang bertahan melintasi zaman, tidak tergerus modernisasi, dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat meskipun diterpa berbagai pengaruh luar,” harapnya.
Walinagari Hijrah Adi Sukrial dalam kesempatan itu juga mengatakan, nagari Pangian bertekad untuk kembali mengembangkan potensi nilai-nilai Silat Tradisi Pangian ditengah-tengah masyarakat Nagari Pangian.
“Silat Tradisi Pangian merupakan kekayaan intelektual budaya masyarakat Pangian yang perkembangannya amat pesat didaerah-daerah lain diluar Nagari Pagian. Oleh karena itu agar Silat Tradisi Pangian tidak hilang di negeri sendiri, kami akan mengelar komitmen semua elemen masyarakat Nagari Pangian, mulai dari tuo-tuo silek, wali jorong, guru-guru olahraga disetiap sekolah dilingkung Nagari Pangian, SD, SMP dan SLTA diajarkan kembali, sebagai karakter jatidiri generasi saat ini,” tekadnya.
Hijrah katakan, Fitur Utama Nagari Creative Hub, Ruang Kolaborasi, Tempat berkumpul, berdiskusi, dan memproduksi produk kreatif lokal. Pemberdayaan UMKM, Mendorong produk nagari ke pasar digital dan memperluas jangkauan pemasaran, agar pendapat jualan produk kreatifitas masyarakat nagari pendapatan bernilai lebih tinggi, melalui Pemanfaatan Teknologi.
“Saat ini bebarapa UMKM di Nagari Pangian sedang mengalakan kulier trasidi Pangian Rendang Belut yang enak dan nikmat. Kelezatan dan kenikmatan rasa Rendang Belut Pangian sudah dalam kemasan yang telah dipasarkan di kota di Sumatera Barat, termasuk dalam pasar promosi digital. Mudah-mudah kedepan kalaborasi kegiatan 17 Sektor Dinas termasuk Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dapat memberikan daya bangkit dan berkembang lebih baik lagi kedepanya,” harapnya. (*/ZS)




