PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Pakar komunikasi dan motivator nasional, Dr Aqua Dwipayana, membagikan pengalaman berharga selama empat hari melakukan perjalanan intensif di Sumatera Barat dan Riau, Senin hingga Kamis (30/3–2/4/2026).
Bersama pengusaha muda Farizan Hilman Razie, Aqua bertemu ratusan orang dari berbagai latar belakang untuk belajar langsung tentang komunikasi dan karakter manusia.
Kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Sejak pagi hingga malam, Aqua dan Hilman memaksimalkan waktu untuk bersilaturahim dengan tokoh olahraga, mahasiswa, dosen, pengusaha, bankir, pejabat, hingga aparat penegak hukum.
“Kami datang dengan niat silaturahim sepenuhnya ibadah. Itu membuat langkah menjadi ringan dan komunikasi berjalan apa adanya,” ujar Aqua.
Pendekatan berbasis nilai spiritual itu, menurutnya, menjadi kunci utama dalam membangun komunikasi yang terbuka, jujur, dan efektif. Bahkan ketika terjadi perbedaan pandangan, diskusi tetap berlangsung hangat tanpa menimbulkan konflik.
Selama empat hari perjalanan, Aqua mengaku bertemu ratusan orang dengan karakter yang sangat beragam. Dari setiap pertemuan, ia berusaha menyerap pelajaran sebanyak mungkin.
Ia tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif memberikan apresiasi dan masukan. Bagi Aqua, komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan proses dua arah yang harus dijalani dengan empati dan ketulusan.
“Semua yang kami temui memberi pelajaran. Informasi yang kami peroleh sangat aktual, beragam, dan bermanfaat,” kata pria asal Bungus Teluk Kabung, Kota Padang itu.
Menariknya, setiap selesai bertemu seseorang atau kelompok, Aqua dan Hilman langsung melakukan evaluasi. Mereka mendiskusikan hal-hal penting yang didapat, lalu menyaring nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ini, menurut Aqua, menjadi cara efektif untuk memastikan bahwa setiap interaksi benar-benar memberikan dampak nyata.
Diakui Aqua, tidak semua pertemuan berjalan mulus. Ada beberapa orang yang awalnya menunjukkan sikap curiga saat akan ditemui.
Sebagian dari mereka mengira kunjungan tersebut memiliki kepentingan tertentu, bahkan khawatir akan dimintai sesuatu. Namun, Aqua menyikapi kondisi itu dengan tenang.
“Saya sudah terbiasa. Justru itu menjadi latihan kesabaran,” ujar pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara itu.
Strategi yang ia gunakan cukup sederhana namun efektif: membangun kepercayaan melalui komunikasi terbuka dan memberikan sesuatu tanpa pamrih. Dalam banyak kesempatan, Aqua menghadiahkan buku karyanya, Trilogi The Power of Silaturahim.
Hasilnya, sikap yang awalnya kaku dan menjaga jarak perlahan berubah menjadi lebih hangat dan terbuka. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian menjalin hubungan lebih dekat.
Salah satu pengalaman paling menarik yang dibagikan Aqua adalah cara menghadapi orang-orang dengan karakter sulit, seperti merasa paling hebat atau cenderung arogan.
Alih-alih menghindar, Aqua justru mengaku senang menghadapi tipe seperti itu. Ia melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang untuk mempraktikkan ilmu komunikasi yang telah dipelajarinya selama puluhan tahun.
Sebelum bertemu, ia selalu memulai dengan doa. “Saya memohon kepada Tuhan agar melembutkan hati mereka. Saya yakin itu sangat mungkin terjadi,” kata ayah dua anak itu.
Saat berinteraksi, Aqua menerapkan prinsip “mengalah untuk menang”. Ia memberi ruang kepada lawan bicara untuk merasa dihargai, mengikuti alur pembicaraan, lalu menyampaikan pandangannya pada momen yang tepat.
Pendekatan tersebut terbukti efektif.
Dalam banyak kasus, orang yang awalnya bersikap keras justru berubah menjadi lebih terbuka, bahkan ada yang akhirnya meminta maaf.
Silaturahim Jadi Kunci Komunikasi Efektif
Dari seluruh pengalaman tersebut, Aqua menegaskan bahwa silaturahim adalah kunci utama dalam membangun komunikasi yang kuat.
Baginya, silaturahim bukan sekadar bertemu, tetapi proses membangun hubungan dengan niat tulus, tanpa beban, dan tanpa kepentingan tersembunyi.
“Ketika niat kita benar, komunikasi menjadi lebih mudah. Orang pun lebih terbuka menerima kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai positif yang diperoleh dari setiap interaksi. Menurutnya, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh teknik, tetapi juga oleh ketulusan dan integritas.
Aqua dan Hilman menyebut perjalanan ini sebagai pengalaman yang sangat berharga. Bertemu ratusan orang dalam waktu singkat memberikan perspektif baru tentang cara memahami manusia.
“Ini rezeki luar biasa. Wawasan kami semakin luas, pemahaman tentang karakter manusia semakin dalam,” kata Aqua.
Ia berharap seluruh pelajaran yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas, sehingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari komunikasi yang efektif berbasis silaturahim.
“Insya Allah semua yang positif akan kami jalankan secara konsisten,” pungkas Aqua. (jiga)




