Jelang Pemilihan Ketum Alumni UBH: Jangan Jadikan Organisasi Ajang Pencitraan

Advokat Mardefni SH MH. (Foto: Dok. FokusSumbar.Com)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Dinamika pemilihan Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) kian menghangat. Di tengah proses tersebut, advokat Mardefni S.H, M.H. dari Kantor Hukum DELOVA Padang angkat suara, menyerukan agar organisasi alumni tidak disalahgunakan sebagai alat pencitraan pribadi.

Mardefni menyatakan dukungan kepada dua kandidat yang maju dalam bursa ketua umum, yakni Mardiansyah dari Fakultas Teknik dan Defri Nasli dari Fakultas Hukum. Ia menilai keduanya memiliki rekam jejak, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang layak diperhitungkan untuk membawa organisasi alumni UBH ke arah lebih baik.

Namun, di balik dukungan itu, ia mengingatkan pesan penting. Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih harus fokus bekerja untuk kepentingan alumni secara luas, bukan sekadar mengejar popularitas atau tampil di permukaan.

“Organisasi alumni harus hidup dan memberi dampak nyata. Jangan hanya aktif saat ada momentum, lalu vakum setelah itu,” ujar Mardefni yang juga Penasehat Hukum portal berita www.fokussumbar.com, menegaskan pentingnya konsistensi program dan keberlanjutan kerja organisasi.

Ia juga menyoroti peran strategis organisasi alumni dalam membangun jaringan profesional, membuka peluang kolaborasi, hingga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan berintegritas dinilai menjadi kunci utama.

Dalam konteks ini, Mardefni mengajak seluruh alumni UBH untuk tetap menjaga persatuan, meski berbeda pilihan dalam proses demokrasi. Ia menilai perbedaan adalah hal wajar, namun persatuan harus menjadi prioritas setelah pemilihan selesai.

“Jangan sampai perbedaan pilihan memecah soliditas. Setelah proses ini, semua harus kembali bersatu demi kemajuan alumni,” katanya.

Pemilihan Ketua Umum Alumni UBH sendiri menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Dengan jumlah alumni yang tersebar di berbagai sektor, organisasi ini diharapkan mampu menjadi kekuatan kolektif yang berpengaruh, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Mardefni optimistis, dengan kepemimpinan yang tepat, Alumni UBH tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. (bsh)

Exit mobile version