35 Anak Rumah Baca Teras Talenta Kirim Surat ke Presiden, Ini 3 Pemenangnya

Founder Rumah Baca Teras Talenta, Sastri Bakry tersenyum bahagia bersama panitia dan anak-anak peserta lomba Menulis Surat untuk Presiden. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Semangat anak-anak Rumah Baca Teras Talenta untuk bersuara ternyata luar biasa. Dalam lomba Menulis Surat untuk Presiden yang digelar seharian ini, Selasa (25/8/2026), sebanyak 35 dari 50 anak yang hadir ikut berpartisipasi dalam beragam lomba. Sementara lomba Menulis Surat untuk Presiden diikuti 20 anak, berusia 7- 10 tahun.

Lomba ini bertujuan melatih menulis dan keberanian anak menyampaikan aspirasi, rasa syukur, hingga kritik dengan bahasa mereka sendiri kepada pemimpin negara.

Setelah melalui proses penilaian, juri menetapkan 3 pemenang utama. Juara 1 diperoleh Dara Ramadhani Putri, Suratnya berisi keluhan polos tentang harga kebutuhan pokok dan program MBG, ditutup dengan pantun. Bahasa yang lugas dan berani dinilai juri sebagai bentuk kejujuran anak.

BACA JUGA :  Refleksi Maulid Nabi 1448 H: Membangun Ketahanan Keluarga di Atas Fondasi Risalah Kenabian
Founder Rumah Baca Teras Talenta, Sastri Bakry serahkan hadiah untuk pemenang lomba Menulis Surat untuk Presiden. (foto; ist)

Juara 2 diraih Farhan Putra Dean, suratnya rapi dan santun. Ia mengucapkan terima kasih atas program MBG yang membuatnya bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi sehat bugar. Dilengkapi pantun penutup yang indah.

Kemudian juara 3 ditempati Alif Rizky Ramadhan/ Surat Alif penuh semangat nasionalisme. Ada ucapan terima kasih, harapan agar Indonesia lebih merdeka, nyaman, saling menghargai, dan saling tolong menolong. Kreatif dengan ornamen tulisan “MERDEKA” dengan dibumbui sedikit gambar.

Komentar Juri

Ranti Arastri, Manager Teras Talenta mengatakan, kami bangga. Anak-anak berani menulis bukan hanya ucapan terima kasih, tapi juga menyampaikan harapan dan keluhan. Itu artinya mereka peduli dengan negara. Lomba ini bukti Rumah Baca jadi ruang aman untuk anak bersuara.”

BACA JUGA :  Semen Padang FC Launching Tim, 35 Pemain Disiapkan untuk Kejar Juara Liga 2

Sementara Yenny Ibrahim, Seniman Taman Budaya yang baru saja kembali dari Singapura menilai bahwa yang menarik adalah kejujuran bahasanya. Ada yang menulis pantun, ada yang menggambar. Ini bukan sekadar lomba menulis, tapi juga melatih kreativitas dan empati anak terhadap bangsa.”

Sedang Sri Mulyani, mantan Pengelola Teras Talenta pertama menambahkan, 35 anak ikut itu angka yang besar, meski yang bisa menulis hanya lebih kurang 20 anak. Artinya anak-anak merasa didengar. Harapan kami, surat-surat ini benar-benar sampai dan jadi catatan untuk pemerintah bahwa anak punya pendapat.”

Acara ditutup dengan pemberian hadiah dari beragam lomba riang gembira seperti lomba kelereng, tarik tambang, lomba tepung dan lainnya.

BACA JUGA :  Meriahkan HUT ke-81 RI, Kantor Pertanahan Pessel Perkuat Semangat Kebersamaan

Founder Rumah Baca Teras Talenta, Sastri Bakry merasa bangga dengan aktifitas Rumah Baca yang semakin hari semakin berkembang. Anak-anak teras talenta senior yakni Lala, Regia dan Olive yang ditunjuk sebagai panitia telah berhasil dididik menjadi organizer setiap event yang dilaksanakan di rumah baca Teras Talenta. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *