TANAH DATAR, FOKUSSUMBAR.COM — Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Namun, penantian itu berakhir di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.
Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 kembali menyala di Monumen Api Porda Sumbar, Lapangan Sulthan Suri Rajo Mahadirajo, Rabu (30/9/2026).
Dari titik bersejarah itu, Api Porprov mulai dikirab menuju Padang. Sebelum sampai di ibu kota provinsi, obor terlebih dahulu dibawa melewati Kabupaten Padang Pariaman sesuai rute yang telah disiapkan panitia.
Penyalaan api menjadi penanda dimulainya rangkaian kirab sekaligus bagian dari perjalanan menuju pembukaan Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan 2 Oktober 2026.
Dari Pariangan, Semangat Porprov Dikibarkan
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut api yang dinyalakan di Pariangan bukan hanya simbol pembuka pesta olahraga.
Api tersebut, katanya, membawa semangat yang harus dijaga bersama oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
Hamdanus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, ninik mamak, tokoh adat, alim ulama, pemuda dan masyarakat yang mendukung prosesi pengambilan api.
“Insyaallah kami akan jaga api ini. Semangat yang ada dalam api ini adalah semangat yang menyatukan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” ujar Hamdanus.
Ia meminta seluruh KONI kabupaten dan kota serta insan olahraga menjaga semangat tersebut sampai seluruh pertandingan Porprov berakhir.
“Mari kita jaga bersama semangat ini. Jangan biarkan api ini padam. Api ini adalah api yang telah menyatukan kita semua,” katanya.
Pemilihan Pariangan sebagai titik awal kirab juga memiliki makna tersendiri. Nagari tersebut dikenal memiliki kaitan kuat dengan sejarah dan kebudayaan Minangkabau.
Karena itu, penyalaan api Porprov di tempat tersebut sekaligus mempertemukan dua pesan: semangat olahraga dan nilai kebersamaan masyarakat Sumatera Barat.
Adib Alfikri: Delapan Tahun Lalu Saya Juga Ada di Sini
Asisten III Sekdaprov Sumbar Adib Alfikri menyebut penyalaan kembali Api Porprov di Pariangan sebagai momentum bersejarah.
Bukan hanya karena api kembali menyala setelah sekian lama, tetapi juga karena ia pernah mengikuti prosesi serupa di tempat tersebut pada 2018.
Saat itu, Adib masih menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.
“Hari ini hari bersejarah. Sudah lama api ini tidak kita lihat seperti ini. Sekarang menyala kembali. Saya masih ingat, delapan tahun lalu saya juga hadir di lapangan ini,” ungkapnya.
Menurut Adib, tradisi tersebut perlu terus dijaga. Pariangan memiliki posisi khusus dalam sejarah Minangkabau sehingga prosesi pengambilan api di daerah itu memiliki nilai budaya yang kuat.
Namun, ia mengingatkan agar makna api tidak berhenti pada seremoni.
Semangat yang dibawa bersama api harus terlihat dalam penyelenggaraan Porprov. Mulai dari sportivitas, kebersamaan hingga perjuangan para atlet di arena pertandingan.
“Pemerintah provinsi berharap api yang sudah menyala ini tidak hanya sekadar simbolis, tetapi kita wujudkan dalam pelaksanaan Porprov ini,” ujarnya.
Tanah Datar Siap Kawal Pertandingan
Mewakili Pemkab Tanah Datar, Sekda Abdul Rahman Hadi mengatakan prosesi pengambilan Api Porprov di Pariangan menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara olahraga dan kebudayaan Minangkabau.
Ia berharap kirab tersebut ikut memperkenalkan Pariangan kepada masyarakat Sumbar sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dalam pesta olahraga daerah.
“Tradisi pengambilan api Porprov ini adalah sebuah penghormatan kepada sejarah, kebudayaan dan nilai-nilai luhur Minangkabau yang senantiasa menghidupkan semangat olahraga,” ujarnya.
Tanah Datar sendiri mendapat tugas sebagai salah satu daerah penyelenggara Porprov XVI.
Sejumlah pertandingan akan berlangsung di daerah itu, di antaranya angkat besi dan bola voli.
Abdul Rahman memastikan persiapan terus dilakukan untuk menyukseskan cabang olahraga yang dipercayakan kepada Tanah Datar.
“Kita sudah mempersiapkan dan insyaallah akan menyukseskan pelaksanaan cabang olahraga yang dipercayakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan KONI Sumbar kepada Kabupaten Tanah Datar,” katanya.
Api Menuju Padang, Porprov Segera Dimulai
Setelah prosesi penyalaan, petugas membawa Api Porprov meninggalkan Pariangan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Padang Pariaman.
Perjalanan kemudian diteruskan ke Kota Padang. Di kota tersebut, Api Porprov akan digunakan dalam rangkaian pembukaan Porprov XVI Sumbar.
Adib berpesan kepada pembawa obor dan seluruh petugas kirab agar menjaga keselamatan selama perjalanan.
Menurutnya, api tersebut membawa pesan tentang daya juang, pantang menyerah, sportivitas dan energi positif insan olahraga Sumbar.
“Kepada pembawa obor dan petugas kirab, kami berpesan agar senantiasa berhati-hati, menjaga keselamatan dan membawa semangat kejayaan dari titik awal hingga nanti di tujuan akhir,” katanya.
Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026.
Penyalaan api di Pariangan menjadi salah satu penanda bahwa pesta olahraga provinsi itu kini memasuki fase akhir menuju pembukaan.
Setelah delapan tahun, nyala Api Porprov kembali hadir. Dari Pariangan, semangat itu kini bergerak menuju Padang. (*/jiga)
