Serial Kurenah Malanca : Telinga Kuali

‎‎Oleh: Teddy Chaniago*)

MAK ITAM benar-benar terbit suga-nya, apa yang dikatakannya tak didengar sama sekali. Setiap kali instruksi dipasakkan ke telinga Jang Kampia, setiap itu pula dilanggar.
‎
‎Telah hilang akal pria berbadan gelap berambut agak keriting itu memasukkan sipat, rasa – rasa berbicara ke kayu bungkuk saja laki Tek Leha itu.
‎
‎”Waang ini sebenarnya mengerti atau tidak yang aden katakan? Kalau mengerti waang kerjakan, kalau tidak, biar aden jelaskan,” Mak Itam bertanya dengan raut muka kesal, saat Jang Kampia tiba ke dangau sawahnya, senja itu.
‎
‎”Paham aden, Mak,” jawaban singkat, padat dan lugas itu, menjadi jawaban kesekian kalinya meluncur dari bibir tebal Jang Kampia.
‎
‎Begitulah yang terjadi setiap kali Jang Kampia diberikan masukan. Tidak hanya Mak Itam, Malanca, Sutan Pamenan, Sutan Bandaro bahkan Tek Upik pun memberikan pandangan serupa.
‎
‎Tapi, begitulah pakobeh Jang Kampia. Semakin sering dinasehati, semakin sering dia lupa. Mungkin ada baiknya sedikit saja dinasehati agar yang dia lupa hanya sedikit.
‎
‎Jang Kampia memang tipe laki-laki unik dan penuh teka-teki. Tak ada yang paham dan mengerti isi kepala gedangnya.
‎
‎Padahal nasehat pun sumpah serapah, telah dipasakkan ke pangkal turiknya. Tapi hasilnya tetap saja nol besar.
‎
‎”Percuma saja Jang Kampia ditunjuk ajari, tak lekat juga kata kita dibenaknya. Telinga saja yang besar serupa parabola, tapi saat ditunjukkan yang benar, lolos saja semuanya. Benar – benar telinga kuali yang dipalagakkannya hilir mudik,” kata Kalapia, kesal.
‎
‎Wajar kolega Jang Kampia kebakaran jenggot, karena tokoh kita ini rajin sekali minta nasehat, tapi sayang tak satupun yang dikerjakannya.
‎
‎”Kalau telinga Kuali yang dihilir-mudikkan, tak akan ada yang singgah dibenaknya. Payah saja kita bicara, habispun air liur tak akan dia kerjakan,” Sutan Bandaro berbicara setengah putus asa akan kurenah Jang Kampia.
‎
‎”Benar itu Da Sutan, diiyakan perkataan kita, dilalukannya juga isi kepalanya,” Kalapia turut geleng – geleng kepala akan perangai Jang Kampia. []

Penulis telah malang melintang di dunia jurnalistik tanah air, pernah mengabdi di Tempo, Jawa Post dan Monitor Depok, menulis biografi sejumlah tokoh dan penulis serial Sutan Batawi*)

Baca Juga :  Sulit Tembus Lapangan Kerja Formal, Ojol Jadi Pilihan 73,8 Persen Pengemudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *