Di Tengah Kesibukan Porprov, Hamdanus Jenguk yang Sakit dan Takziah ke Dua Keluarga Berduka

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM– Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menyambangi tiga keluarga besar olahraga Sumbar dalam satu hari, Sabtu (10/10/2026).

Di sela kesibukannya memantau venue Porprov XVI Sumbar, Hamdanus menjenguk Riko Onki Putra, Asisten Pribadi Ketua KONI Sumbar yang tengah menjalani pemulihan kesehatan, menyampaikan takziah atas wafatnya Rika Rizkina Lubis, istri pengurus KONI Sumbar Firman Syafei, serta melayat ke rumah duka legenda catur Sumbar, Azraf Zawir, yang meninggal dunia saat bertugas di Porprov.

Didampingi Ketua Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga dan Anggota Bidang Humas,  Rahmat, Hamdanus mengawali kunjungannya ke kediaman Riko Onki Putra di Kompleks Ar-Risalah, Lubuk Minturun, Padang.

Riko sebelumnya sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah, Padang, Jumat (9/10/2026) pagi. Setelah mendapatkan penanganan medis, ia diperbolehkan pulang dan kini menjalani perawatan jalan.

Dari kediaman Riko, rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah duka Rika Rizkina Lubis (41), istri Firman Syafei, pengurus KONI Sumbar sekaligus Sekretaris Umum Pengprov Kickboxing Indonesia (KBI) Sumbar.

Baca Juga :  Tinjau Venue Soft Tenis dan Teqball di Pariaman, Hamdanus Pastikan Porprov Kembali Digelar 2028

Rika meninggal dunia pada Kamis malam (8/10/2026) di RSI Siti Rahmah, Padang. Di rumah duka yang beralamat di Jalan Berok, Siteba, Padang, Hamdanus menyampaikan belasungkawa kepada Firman dan keluarga yang ditinggalkan.

Hamdanus mengakui baru berkesempatan melayat karena sebelumnya menjalankan tugas memantau pelaksanaan Porprov di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Mohon maaf baru sempat melayat sekarang, karena kami baru pulang memantau Porprov di Mentawai. Semoga almarhumah ditempatkan di tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hamdanus.

Melayat Legenda Catur yang Wafat Saat Bertugas

Kunjungan terakhir rombongan tertuju ke rumah duka legenda catur Sumatera Barat, Azraf Zawir, 76 tahun, di Jalan Jati Koto Tinggi Nomor 24, Padang.

Sosok yang akrab disapa Pak De itu meninggal dunia pada Sabtu (10/10/2026) dini hari ketika sedang menjalankan tugas sebagai Technical Delegate (TD) cabang olahraga catur Porprov XVI Sumbar di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca Juga :  Hanya Empat Hari, Layanan Pengukuran Tanah Kini Lebih Terjadwal dan Pasti

Kepergian Azraf menjadi kehilangan besar bagi dunia catur Sumatera Barat. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri selama kurang lebih 36 tahun untuk olahraga catur. Dalam perjalanan pengabdiannya, ia juga kerap dipercaya mengemban jabatan sekretaris.

Bagi Hamdanus, Azraf bukan sekadar tokoh olahraga, melainkan sosok pekerja keras yang konsisten mengembangkan catur di Sumatera Barat.

“Saya sudah sejak lama kenal baik dengan almarhum. Beliau orang baik, tipe pekerja, tidak neko-neko dan konsisten membesarkan catur,” kenang Hamdanus.

Kenangan serupa disampaikan Hendri Parjiga. Wartawan olahraga senior itu mengaku memiliki banyak pengalaman bersama almarhum, mulai dari meliput berbagai kegiatan catur hingga mengikuti simulasi permainan di sekolah-sekolah.

Menurut Hendri, Azraf merupakan pribadi yang terbuka dan senang berbagi pengetahuan kepada siapa saja yang ingin belajar tentang catur.

Baca Juga :  Qana'ah, Mental Orang Kaya

“Almarhum orangnya tidak pelit ilmu dan enak diajak berdiskusi, terutama soal catur,” tutur Hendri.

Tiga kunjungan tersebut menjadi wujud kepedulian Hamdanus terhadap keluarga besar olahraga Sumatera Barat. Di tengah tanggung jawab mengawal pelaksanaan Porprov, ia tetap menyempatkan diri hadir untuk menjenguk rekan yang sakit, menguatkan keluarga yang berduka, sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah puluhan tahun mengabdi bagi olahraga catur.

Sebab, kebersamaan dalam olahraga bukan hanya tentang pertandingan, prestasi, dan medali, tetapi juga tentang kepedulian ketika sesama membutuhkan dukungan serta ketulusan untuk mengenang mereka yang telah berpulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *