PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM — Karya penulis muda menjadi salah satu sorotan dalam Festival Literasi IV Kota Padang Panjang Tahun 2026. Bunda Literasi Kota Ny. Maria Feronika Hendri meluncurkan buku kumpulan cerpen karya Shazia Naura Andiqna (Naura) berjudul “Rencana agar Terlihat Keren yang Gagal Total” di Lapangan Bancalaweh, Kamis (29/10/2026).
Peluncuran buku perdana tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda sekaligus dorongan agar semakin banyak anak dan pelajar berani menuangkan gagasan melalui tulisan.
Ny. Maria menyampaikan kebanggaannya atas terbitnya buku karya Naura. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Padang Panjang memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang kepenulisan.
“Kami bangga dengan lahirnya buku karya Naura. Ini bukti bahwa anak-anak kita punya potensi besar untuk menulis. Semoga karya ini memotivasi teman-teman sebayanya untuk berani menuangkan ide dan cerita lewat tulisan,” ujarnya.
Selain meluncurkan buku, Bunda Literasi juga menjadi narasumber dalam Gelar Wicara Literasi bertema Sastra Anak dan Inovasi Literasi. Sesi ini turut menghadirkan Yusrizal KW dan Dr. Yona Primadesi, M.Hum., dengan moderator Dr. Afrizal Harun, S.Sn., M.Sn.
Gelar wicara tersebut juga menghadirkan Shazia Naura Andiqna sebagai penulis buku serta Arkania Queen Rem Al Ghany Oktal, siswi SMPN 1 Padang Panjang.
Dalam diskusi itu, Ny. Maria menekankan pentingnya dukungan keluarga, sekolah, dan komunitas dalam menumbuhkan minat menulis pada anak. Menurutnya, budaya menulis dapat berkembang apabila anak terbiasa membaca dan memperoleh ruang untuk berkarya.
“Penulis muda tidak lahir begitu saja. Mereka perlu didukung, diberi kesempatan, dan dihargai karyanya. Festival Literasi ini kami harapkan menjadi ruang bagi anak-anak Padang Panjang untuk tumbuh sebagai pembaca sekaligus penulis,” katanya.
Sementara itu, Yusrizal KW menilai sastra anak berperan penting dalam membangun kecintaan terhadap membaca sejak dini. Bacaan yang dekat dengan kehidupan dan pengalaman anak, menurutnya, dapat membantu menumbuhkan minat baca.
“Anak-anak akan senang membaca kalau bacaannya dekat dengan dunia mereka. Karena itu, karya yang lahir dari anak sendiri seperti buku Naura ini sangat berharga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Yona Primadesi menyampaikan, inovasi diperlukan agar kegiatan literasi tetap menarik bagi generasi muda. Meski dikemas secara kreatif, kebiasaan membaca dan menulis harus tetap menjadi inti dari gerakan literasi.
“Literasi perlu terus berinovasi supaya dekat dengan anak muda. Namun intinya tetap sama, yaitu membiasakan diri membaca dan berani menulis,” katanya.
Melalui peluncuran buku dan gelar wicara ini, Festival Literasi IV diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi pelajar dan generasi muda Padang Panjang untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, serta menumbuhkan budaya membaca dan menulis. (mg/aulia/irma/iman)
