CIPUTAT, FOKUSSUMBAR.COM – Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Saciok bak ayam sadanciang bak basi. Begitulah semangat persatuan dan kebersamaan yang diajarkan pituo kita dahulunya.
Dengan semangat itu pula, masyarakat perantau Sumatera Barat yang berasal dari Agam-Bukittinggi menggelar pertemuan akbar dengan tajuk “Silaturahmi Tokoh dan Perantau Agam-Bukittinggi Nasional 2026,”.
Momen bersejarah itu digelar di Ruang Blandongan Lantai IV, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan pada Minggu (1/11/2026).
Dalam siaran pers yang dikirim Selasa (3/11/2026), tak sekadar berkumpul, Rang Rantau Agam – Bukittinggi yang hadir di acara tersebut, juga bersepakat untuk membentuk sebuah wadah organisasi bersama yang akan menghimpun potensi masyarakat Agam dan Bukittinggi di seluruh Indonesia.
Dalam forum yang berlangsung penuh keakraban, kekeluargaan dan semangat musyawarah tersebut, Apt. Drs. H. Noprizon, M.Biomed., Dt. Mangkuto Rajo, ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Organisasi Bukittinggi Agam Nasional.
Penetapan tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam rangkaian rapat pembentukan organisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat Agam-Bukittinggi dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Diusulkan BSA dan Didukung BAKOR AGAM
Terpilihnya Noprizon Dt.Mangkuto Rajo, bermula dari usulan Ketua Umum BSA (Bukittinggi Salingka Agam), Agustian Noerdin (Tjiang), yang kemudian mendapatkan kesepahaman dan dukungan dari BAKOR AGAM.
Usulan tersebut selanjutnya dibawa ke forum pleno untuk mendapatkan persetujuan seluruh peserta rapat.
Melalui proses musyawarah yang mengedepankan kebersamaan dan semangat persatuan, usulan tersebut akhirnya diterima oleh seluruh peserta yang hadir.
Pimpinan sidang, Very Yonevil, SH., Dt. Madjo Indo, kemudian mengesahkan keputusan tersebut dengan mengetukkan palu sidang sebagai tanda penetapan secara aklamasi.
Suasana ruang sidang pun disambut dengan penuh antusiasme. Keputusan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan organisasi masyarakat perantau Agam-Bukittinggi dalam membangun wadah bersama yang lebih terstruktur, solid, dan memiliki jangkauan nasional.
Dihadiri Tokoh Pemerintahan dan Tokoh Nasional
Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejumlah pejabat pemerintahan dan tokoh penting turut hadir memberikan dukungan terhadap gagasan penyatuan masyarakat perantau Agam-Bukittinggi.
Di antara tokoh yang hadir adalah Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM., Dt. Tan Batuah; Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid; anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Nofrizon, S.Sos., M.M.; tokoh nasional Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si.; Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra; serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat lainnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah diwakili Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Jakarta, Fauzan Zainoen.
Turut hadir pula Ketua BSA Agustian Noerdin, Ketua BAKOR AGAM Dr. Zefri, H. Marfendi, Dt. Basa Balimo, serta sejumlah tokoh perantau, ninik mamak, dan pemangku adat dari berbagai daerah.
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan besarnya dukungan terhadap upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan komunitas perantau.
Ratusan Perantau Hadir, Semangat Persatuan Menguat
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Blandongan Lantai IV Pemkot Tangerang Selatan ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat perantau Agam-Bukittinggi.
Sekitar 400 orang hadir berdasarkan estimasi panitia, terdiri atas perwakilan organisasi tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, nagari hingga jorong.
Kehadiran berbagai unsur organisasi tersebut menunjukkan bahwa semangat untuk memiliki sebuah rumah besar bersama telah tumbuh dan mendapatkan tempat di hati masyarakat perantau.
” Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat Agam-Bukittinggi dalam satu ruang silaturahmi sekaligus merumuskan masa depan organisasi bersama,” kata ketua panita, H Ifrajoni
Dody Surya St Kayo selaku sekretaris panitia menambahkan, kegiatan itu juga melibatkan perantau dari 10 provinsi di Indonesia.
”Ini menunjukkan betapa luasnya jaringan masyarakat Agam-Bukittinggi di tanah rantau dan pastinya ini sebuah kekuatan bagi kita,” jelas Dody.
Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Rumah Gadang Bersama
Gagasan pembentukan Organisasi Bukittinggi Agam Nasional dilandasi kesadaran bahwa masyarakat Agam dan Bukittinggi memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.
Selama ini, berbagai organisasi perantau telah tumbuh dan berkembang dengan kontribusi masing-masing. Namun, diperlukan sebuah wadah bersama yang mampu menyatukan komunikasi, memperkuat koordinasi, serta membangun kolaborasi lintas organisasi.
Organisasi ini diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Agam-Bukittinggi tanpa membedakan asal nagari, suku, profesi, wilayah domisili, maupun latar belakang organisasi.
Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara ranah dan rantau, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah, penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, sosial, budaya, adat, dan keagamaan.
Ranah Dikanduang, Rantau Dipangku, Dunia Dijangkau
Tema besar yang diusung dalam kegiatan ini, “Ranah Dikanduang, Rantau Dipangku, Dunia Dijangkau”, menjadi refleksi dari semangat masyarakat Minangkabau dalam menjaga hubungan dengan kampung halaman sekaligus mengambil peran di tingkat nasional dan internasional.
Silaturahmi ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari langkah besar untuk menyatukan potensi dan kekuatan masyarakat Agam-Bukittinggi.
Terpilihnya apt. Drs. H. Noprizon, M.Biomed., Dt. Mangkuto Rajo, secara aklamasi diharapkan menjadi titik awal kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi dan masyarakat perantau.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menerjemahkan semangat persatuan tersebut menjadi program kerja yang nyata, kepengurusan yang solid, serta kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kampung halaman.
Sebab, sejauh apa pun masyarakat Agam-Bukittinggi melangkah di perantauan, ada kampung halaman yang selalu menjadi bagian dari jati diri.
Dapat Perhatian dari Tokoh Politik Negeri Jiran
Silaturahmi nasional Agam – Bukittinggi, tak hanya menyita perhatian publik tanah air, namun juga dapat perhatian dari tokoh politik dari negeri jiran Malaysia yaitu dari Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais bin Yatim yang memiliki darah keturunan Minangkabau.
Mantan Presiden Dewan Negara Malaysia, Menteri Kabinet serta mantan Menteri Besar Negeri Sembilan itu dalam sambutannya melalui video conference mengajak seluruh masyarakat Agam – Bukittinggi pun Sumatera Barat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.
”Bangun kebersamaan dan perkuat marwah kita sesama masyarakat Minang terkhusus Agam – Bukittinggi. Mari tunjukkan kalau masyarakat Agam – Bukittinggi adalah masyarakat yang kreatif, inovatif dan senantiasa kompak untuk membangun kampung halaman,” tuturnya.
Dari ranah kita berasal, di rantau kita berkarya, dan bersama-sama kita membangun masa depan Agam-Bukittinggi. (rel)
Silaturahmi Nasional Tokoh dan Perantau Agam – Bukittinggi Tetapkan H Noprizon Dt Mangkuto Rajo Sebagai Ketua
