PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pengurus Masjid Raya Tasykurun Taratak Paneh kelurahan Korong Gadang kecamatan Kuranji kota Padang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu malam (22/8/2026).
Peringatan maulid Nabi Muhammad ini terasa semarak ketika anak-anak TPQ/TQA Masjid Raya Tasykurun tampil unjuk kemampuan seperti penampilan Asmaul Husna dan pembacaan dan hafalan ayat suci Al Quran.
Pada malam itu juga, pengurus masjid turut memberikan santunan untuk 50 orang anak yatim yang ada di lingkunan RW 06 Kelurahan Korong Gadang, yang diserahkan oleh Ketua RW 06, Benny Rajo Lelo dan Sekretaris Masjid Raya Tasykurun, Ridha Fajria, M.Pd.
Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Ketua Masjid Raya Tasykurun, Ustadz Dr. H. Gusfahmi Arifin, SE., MA. Ia menyebutkan bahwa pada bulan Rabi’ul Awwal ada 3 kejadian penting, yaitu: 1) Lahirnya Nabi Muhammad SAW, hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal 571 M (Tahun Gajah); 2) Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah dan sampai di Madinah pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal 610 M; 3) Wafatnya Nabi Muhammad SAW, juga hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal 632 M.

Hal ini sebagaimana diceritakan dalam hadits Nabi SAW:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Dari Abu Qatadah Al Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: “Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku.” (HR. Muslim no. 1978).
عَنْ أَنَسٍ قَالَ آخِرُ نَظْرَةٍ نَظَرْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَشْفُ السِّتَارَةِ وَالنَّاسُ صُفُوفٌ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَرَادَ أَبُو بَكْرٍ أَنْ يَرْتَدَّ فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ امْكُثُوا وَأَلْقَى السِّجْفَ وَتُوُفِّيَ مِنْ آخِرِ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَذَلِكَ يَوْمُ الِاثْنَيْنِ
Dari Anas dia berkata; “Terakhir aku memandang Rasulullah SAW ketika tabir terbuka dan orang-orang berbaris di belakang Abu Bakar -RA, ketika Abu Bakar hendak mundur, beliau memberi isyarat kepada mereka agar tetap berada di tempat. Beliau melemparkan tabir dan wafat di penghujung hari itu, yaitu hari Senin.” (HR. Nasa’i no. 1808).
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah perintah Allah Swt untuk mempelajari kisah orang sukses, sebagaimana perintah Allah Swt.:
كَذَٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ مَا قَدۡ سَبَقَۚ وَقَدۡ ءَاتَيۡنَٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكۡرٗا ٩٩
Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran) (QS. Thaha [20]: 99).
Apa yang diceritakan pada peringatan Maulid? Yang diceritakan adalah kisah-kisah orang sukses dimata Allah Swt, sebagaimana do’a yang dipanjatkan 17 kali sehari semalam:
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧
Tunjukilah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka (QS. [1]: 6-7).
Siapakah orang-orang sukses itu? Mereka adalah: 1) Para Nabi AS; 2) Shiddiqin; 3) Syuhada; dan 4) Orang-orang shaleh. Sesuai dengan firman Allah Swt:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقٗا ٦٩
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS. An Nisaa [4]: 69).
Nikmat apakah yang telah mereka peroleh, sehingga mereka dikatakan orang sukses? Bukan nikmat harta yang banyak, bukan pula jabatan yang tinggi, tapi mereka memperoleh nikmat yang besar yaitu diberi kepahaman atas agama, sebagaimana firman Allah Swt:
ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ… ٣
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS. An Nisaa [4]: 69).
Selain para nabi yang berjumlah 124.000 orang, terdapat pula 10 shahabat nabi yang dijamin masuk surga, yaitu:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِي الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي الْجَنَّةِ
Dari Abdurrahman bin Auf RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Abu Bakar berada di surga, Umar berada di surga, Utsman berada di surga, Ali berada di surga, Thalhah berada di surga, Az-Zubair berada di surga, Abdurrahman bin Auf berada di surga, Sa‘ad berada di surga, Sa‘id berada di surga, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah berada di surga.” (HR. Tirmidzi no. 3747).
حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ
“Cukuplah bagimu (untuk mengetahui keutamaan) wanita-wanita terbaik di seluruh alam: Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan Asiyah, istri Fir‘aun.” (HR. Tirmidzi no. 3813).
Nabi Muhammad Saw adalah manusia terbaik disisi Allah Swt. Sebagaimana hari termulia adalah hari Jum’at, bulan termulia adalah Ramadhan, malam termulia adalah Lailatul Qadar, bahasa termulia adalah Bahasa Arab, makhluk termulia adalah manusia, malaikat termulia adalah Malaikat Jibril AS, tempat termulia adalah Makkah al Mukarramah, manusia termulia adalah Nabi Muhammad SAW, dan umat termulia adalah umat Nabi Muhammad SAW.
Manusia makhluk terbaik, sebagaimana firman Allah Swt:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al Isra’ [17]: 70).
Nabi Muhammad SAW adalah manusia bernasab terbaik, pilihan Allah Swt, sebagaimana hadits Nabi Saw menceritakan:
عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَإِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ بَنِي كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍوَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari Watsilah bin Al Asqa’ RA dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah memilih Isma’il dari anak keturunan Ibrahim dan memilih Kinanah dari anak keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih Hasyim dari suku Quraisy serta memilihku dari bani Hasyim.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan shahih.” (HR. Tirmidzi no. 3538).
Dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW juga diceritakan tentang: 1) nasab beliau; 2) ciri-ciri fisik Nabi Muhammad SAW yang tampan; 3) kekuatan fisik beliau; 4) kecerdasan beliau; 5) keberanin beliau; dan 6) kesabaran beliau. (*/bima)
