Oleh : Nurul Jannah*) Senyum Dipasang, Luka Disimpan Kalimat itu selalu siap di ujung lidah: “Baik.” Begitu biasanya respon spontan…
Nurul Jannah
Hal-Hal Kecil yang Menyelamatkan
Oleh : Nurul Jannah*) Rutinitas sederhana yang diam-diam menjaga kewarasan Setiap pagi, selalu datang dengan pola yang hampir sama. Alarm…
TOMOKO – Langit yang Menyimpan Rindu
Karya: Nurul Jannah, Puji Setya Wilujeng, Shintalya Azis Langit Menyimpan apa yang Tak Sanggup Diucapkan Hati Oleh : Nurul Jannah*)…
“Nasihat yang Disampaikan Tanpa Adab, Kehilangan Maknanya”
Oleh : Nurul Jannah*) Ketika kebaikan disampaikan tanpa kelembutan, hati memilih menutup diri Nasihat seharusnya turun seperti cahaya: lembut, menghangatkan,…
“Negara di Persimpangan”
Oleh : Nurul Jannah*) Menjaga Nurani di Tengah Tarik Menarik Kekuasaan Sebuah negara diuji, ketika ia harus menentukan arah. Arah…
“Menjaga Hati”
Oleh : Nurul Jannah*) Ketika Diam Menjadi Bentuk Tertinggi dari Kekuatan Pernah ada masa ketika hati terasa begitu penuh. Rasanya…
Gambut yang Dikeringkan, Api Menunggu
Oleh : Nurul Jannah*) Ketika Tanah Basah Dipaksa Menjadi Ladang Tanah tidak pernah meminta ditaklukkan. Ia hanya meminta dihormati. Namun…
Langit Tak Pernah Jauh
Oleh : Nurul Jannah*) Isra Mi’raj: arah pulang jiwa di tengah dunia yang terlalu cepat Di tengah dunia yang bergerak…
“Tidak Semua Kesibukan Adalah Kemajuan”
Oleh : Nurul Jannah*) Pagi itu, kota Bogor sudah berisik bahkan sebelum matahari benar-benar terbit. Jalanan padat, langkah-langkah tergesa, ponsel…
“Sawit, Janji Kesejahteraan, dan Rakyat yang Tertinggal”
Oleh : Nurul Jannah*) Ketika Angka Tumbuh, Kehidupan Menyusut Setiap kali perluasan sawit dibicarakan, satu janji hampir selalu diulang, yaitu…
Ketika Anak Bicara, Dunia Mendadak Sunyi
Oleh : Nurul Jannah*) Reportase Mengenang 100 Hari Manini-Pipiet Senja Ruang itu penuh orang. Namun ketika Zhizhi Siregar, putri mendiang…
“Pipiet Senja Tidak Pernah Pergi”
Oleh : Nurul Jannah*) Tentang Persahabatan, Warisan Jiwa, dan sang Legenda yang Tetap Membersamai Hari ini, seratus hari telah berlalu…
Jalan Sepi Seorang Hamba
Oleh : Nurul Jannah*) Menepi dari penilaian manusia, mendekat kepada Allah Jalan ini tidak ramai.Ia tidak berkilau oleh pujian, tidak…
Aku Tidak Marah, Aku Sudah Sampai di Tahap Mengerti
Oleh : Nurul Jannah*) Aku tidak marah. Kalimat itu tidak lahir dari dada yang lapang, melainkan dari lelah yang akhirnya…
Ketika Alam Menangis, Kita Sedang Ditegur
Oleh : Nurul Jannah*) Refleksi Akhir Tahun tentang Bumi, Bencana, dan Tanggung Jawab Manusia Kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan…
