Cerpen : Nurul Jannah*) “Rumah tidak pernah benar-benar kosong. Yang membuatnya terasa sunyi adalah ketika orang-orang yang kita tunggu tidak…
Nurul Jannah
Review Lukisan Tangan Ibu Canting Puji Setya Wilujeng dalam “SERPIHAN KOSMIK”
Akrilik di Kanvas, 25 x 30 cm, 2026 Oleh : Nurul Jannah*) Bukan bentuk yang sempurna, namun bentuk yang jujur…
“Pulang”
Cerpen : Nurul Jannah*) Pagi itu tidak istimewa. Hanya pagi biasa di Jakarta, dengan langit kelabu, jalanan penuh kendaraan, dan…
“Rumah di Pukul Tiga”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Kadang keluarga tidak lahir dari darah yang sama, melainkan dari hati yang memilih untuk saling menjaga.”…
“Habib Sholeh Tanggul”
Oleh : Nurul Jannah*) Cahaya yang Tidak Pernah Padam “Ada manusia yang dikenang karena ilmunya. Ada yang diingat karena jasanya….
“Ruang Maaf”
Oleh : Nurul Jannah*) “Di hari orang-orang saling berjabat tangan, ada hati yang diam-diam belajar memaafkan dirinya sendiri.” Pagi itu,…
“Puasa Ayah”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Di dunia yang bising oleh kata-kata, cinta seorang ayah sering bekerja dalam diam.” Sore Ramadan selalu…
“Hari Kemenangan”
Oleh : Nurul Jannah*) “Di hari yang disebut kemenangan ini, yang paling kutakuti… adalah kembali menjadi diriku yang lama.” Hari…
“Jangan Pernah Menyerah”
Oleh ; Nurul Jannah*) “Banyak orang terlihat kuat di pagi hari. Padahal semalam mereka hampir menyerah.” Tidak semua orang yang…
“Pada Sepertiga Malam”
Cerpen : Nurul Jannah*) Kadang Allah tidak langsung melembutkan keadaan kita. Ia akan melembutkan hati kita terlebih dahulu Di minggu…
“Lampu Musala Padam”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Keikhlasan sering bekerja dalam sunyi. Tanpa tepuk tangan, tanpa nama. Namun justru dari kesunyian itulah cahaya…
Sebelum Menutup Hari
Oleh : Nurul Jannah*) “Tidak semua yang melelahkan hari ini perlu ikut terbangun esok pagi.” Malam selalu datang dengan cara…
“Berhenti Sebentar”
Karena yang paling kuat pun tetap membutuhkan jeda Oleh : Nurul Jannah*) Kadang kita tidak membutuhkan motivasi baru. Tidak juga…
“Ayam Bertelur Rupiah”
Receh yang setia, tumbuh menjadi karakter yang tak tergantikan. Oleh: Nurul Jannah*) Tentang sabar yang dilatih diam-diam, hingga berbuah kebaikan…
“Nanti Kamu Mengerti”
Oleh : Nurul Jannah*) Menulis tentang cinta yang baru kita pahami setelah terlambat Dulu, kita pernah berdiri di ambang pintu…
