PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pengukuhan kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi niniak mamak dan masyarakat adat di sembilan tapian Kenagarian Pauh IX, Kuranji, Kota Padang.
Dalam prosesi tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Dt.Marajo diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, H. Al Amin, S.Sos, MM, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus KAN Pauh IX yang baru dikukuhkan.
Menurut Al Amin, amanah yang diterima pengurus KAN bukan sekadar jabatan dalam struktur kelembagaan adat. Lebih dari itu, merupakan kepercayaan besar dari cucu kemenakan dan niniak mamak di sembilan tapian untuk menjaga marwah adat di tengah perkembangan zaman.

“Amanah dan kepercayaan yang diemban hari ini adalah kepercayaan besar dari cucu kemenakan dan niniak mamak di sembilan tapian untuk menjaga marwah adat di negeri ini,” ujar Al Amin saat menyampaikan sambutan Gubernur Sumbar.
Ia mengatakan, Nagari Pauh IX Kuranji memiliki sejarah panjang sekaligus posisi yang sangat strategis di Kota Padang. Karena itu, keberadaan KAN dinilai memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat adat.
Di tengah arus modernisasi, kata Al Amin, KAN bukan hanya pelengkap struktur sosial masyarakat. KAN merupakan salah satu benteng utama dalam mempertahankan nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Al Amin yang juga Ketua Muhammadiyah kota Padang ini turut mengapresiasi kesepahaman yang telah dibangun para niniak mamak dari sembilan tapian menjelang pengukuhan. Kesatuan visi tersebut dituangkan melalui pakta integritas dengan semangat “tagak satapak indak baraliah, duduk indak bapaliang.”
Menurutnya, soliditas internal niniak mamak menjadi modal penting dalam membangun Nagari Pauh IX yang harmonis, maju, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat.
“Saya sangat bangga mendengar bahwa menjelang pengukuhan ini seluruh niniak mamak dari sembilan tapian telah menyatukan visi melalui pakta integritas. Soliditas internal ini adalah modal utama untuk membangun Nagari Pauh IX yang harmonis dan maju,” katanya.
Pengukuhan Ketua KAN Pauh IX periode 2026–2031, Musdafirman Datuk Rajo di Guci, beserta jajaran pengurus dilakukan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Prosesi tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Irwan Basyir Datuk Rajo Alam, Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, serta niniak mamak pemangku adat dari sembilan tapian Kenagarian Pauh IX. Hadir pula alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, paga nagari dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Al Amin, S.Sos, MM, yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, turut menandatangani berita acara pengukuhan KAN Pauh IX periode 2026–2031.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal penguatan kembali peran kelembagaan adat dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memperkokoh kebersamaan niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga marwah serta keberlanjutan adat di Pauh IX. (bima)
