PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM — Festival Literasi IV Kota Padang Panjang di Lapangan Bancalaweh tak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati beragam kegiatan literasi, tetapi juga destinasi untuk berbelanja dan berekreasi. Puluhan stand kuliner, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pangan murah, tanaman hias, hingga bazar buku ramai dikunjungi warga.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Januardi mengatakan, kehadiran beragam stand tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan festival literasi sebagai ruang publik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Festival Literasi ini bukan hanya soal buku dan membaca, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat. Kami menghadirkan stand kuliner, UMKM, pangan murah, bunga, dan bazar buku agar warga yang datang bisa menyaksikan kegiatan literasi sekaligus berbelanja produk lokal. Ini juga untuk mendukung pelaku UMKM kita,” katanya.
Secara keseluruhan, sekitar 61 stand turut memeriahkan festival ini. Jumlah tersebut terdiri atas 35 stand literasi, sekitar 20 stand UMKM, dan enam stand layanan organisasi perangkat daerah (OPD).
Keberagaman stand itu memberikan pilihan bagi pengunjung untuk menikmati kegiatan literasi, berburu buku, membeli produk lokal, hingga memanfaatkan layanan pemerintah daerah.
Januardi mengajak masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, keluarga, hingga komunitas, untuk memanfaatkan festival tersebut. Menurutnya, tingginya kunjungan tidak hanya mendukung tumbuhnya budaya literasi, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kami mengundang masyarakat untuk datang dan saksikan kegiatan literasinya, kunjungi stand-standnya, dan belanja produk UMKM. Dengan begitu, literasi tumbuh, ekonomi masyarakat pun ikut bergerak,” ujarnya.
Pantauan di Lapangan Bancalaweh, menunjukkan pengunjung terus berdatangan sejak siang hari. Meski cuaca berubah-ubah antara cerah dan mendung, antusiasme warga tetap terlihat. Mereka menyusuri berbagai stand yang tertata mengelilingi lapangan, baik untuk melihat-lihat maupun berbelanja.
Stand kuliner menawarkan aneka hidangan yang menggugah selera, sementara pelaku UMKM memamerkan beragam produk olahan dan kerajinan. Stand tanaman hias menghadirkan beragam bunga dan tanaman, sedangkan bazar buku menyediakan bacaan bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dengan harga terjangkau.
Di antara berbagai pilihan tersebut, stand pangan murah menjadi salah satu yang ramai diminati. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli kebutuhan pokok, termasuk cabai dan bawang merah, dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.
Salah seorang pengunjung, Ressa Yolanda mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur di tengah tingginya harga cabai.
“Harganya lebih murah dari pasar. Cabai di pasar sekarang sekitar Rp66 ribu per kilogram, di sini lebih murah. Lumayan sekali untuk kebutuhan dapur. Jadi datang ke festival literasi, sekalian bisa belanja dengan harga bersahabat. Semoga acara seperti ini sering diadakan,” ujarnya.
Ramainya pengunjung dan beragam aktivitas yang ditawarkan menjadikan Festival Literasi IV bukan sekadar ajang untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga ruang rekreasi keluarga sekaligus sarana promosi produk lokal.
Seluruh stand dijadwalkan beroperasi hingga Sabtu (31/10/2026) malam. Masyarakat masih berkesempatan mengunjungi Lapangan Bancalaweh untuk menikmati kegiatan literasi, berburu buku, serta berbelanja produk UMKM dan kebutuhan pokok. (mg/aulia/irma/iman)
