Essay : Nurul Jannah*) Ada perjalanan yang tidak dimulai dari langkah, tetapi dari getaran di dalam dada, getaran halus yang…
Seni Budaya
seni budaya
“Ketika Bumi Menyebut Nama-Nya”
Oleh : Nurul Jannah*) Ada saatnya aku berdiri sendirian,di antara pepohonan yang menua perlahan,lalu mendadak merasakan sesuatu bergetardi dasar jiwaku…
Ridwan Tulus Adalah Energi
Oleh : Ingki Rinaldi *) Ridwan Tulus adalah energi. Ia membagikan kekuatan. Bahkan tatkala sebagian kekuatan tengah direnggut darinya. Di…
Ketika Dunia Mencari Guru
Puisi : Nurul Jannah*) Ada luka yang pernah membelah sejarah,luka yang merobek langit dan membuat manusia kehilangan bahasa untuk berharap,sebuah…
Doa Terakhir Bumi yang Hampir Padam
Puisi : Nurul Jannah*) Bumi,yang dulu penuh cahaya,kini duduk sendirian di sudut semesta,menampal luka-luka yang kita robekkantanpa pernah kita minta…
“Indonesia, Retak Cakrawala dan Doa-Doa Padi”
Oleh : Nurul Jannah*) Di bawah gemuruh klakson dan desah angin ladang,Indonesia berdiri: retak cakrawala bertaut dengan doa-doa padi. Kota…
Surat Istimewa
Cerpen : Desvera Inge Kusuma*) Pagi itu Reni membuka pagar rumahnya yang bercat hitam di sebuah perumahan. Ia bersiap mengeluarkan sepeda…
Jika Bumi Akhirnya Menangis
Oleh : Nurul Jannah*) Jika suatu hari kita terbangundan udara tak lagi punya suara,bukan karena hening,tetapi karena pepohonan,yang dulu menjadi…
“Tentang Pagi yang Tidak Selalu Cerah”
Sebuah Catatan Kecil untuk Hati yang Sedang Belajar Tegar Oleh : Nurul Jannah*) Tidak semua pagi datang dengan senyum mentari….
Fatamorgana Satirea
Cerpen Yunardi Sikumbang Satirea selalu merasa hidupnya belum lengkap. Padahal, kalau dilihat orang sekampung, hidup keluarganya sudah lebih dari cukup….
Mengapa Sekolah Perlu Sanggar Sastra?
Oleh : Muhammad Subhan*) Saya senang. Kemarin, SMP Negeri 4 Padang Panjang memproklamirkan pembentukan sanggar sastra di sekolah itu. Pembukaannya…
“Ketika Langit tak Segera Menjawab”
Essay : Nurul Jannah*) Tentang Doa yang Tertahan di Ujung Waktu Pagi itu hujan turun perlahan. Di sebuah kafe kecil…
Tentang Syukur yang Sering Kita Lupakan
Puisi : Nurul Jannah*) Pagi ini aku diam sejenak, sebelum membuka gawai, sebelum menatap daftar tugas, sebelum dunia menagih ribuan…
Bumi Juga Berdoa
Essay : Nurul Jannah*) Saat Langit Tak Lagi Bening Pagi itu langit tampak murung, seakan menyimpan luka. Tak lagi sebening…
“Ketika Doa Para Syuhada Mengetuk Langit”
Puisi : Nurul Jannah*) Pada malam yang paling sunyi,langit pernah menampung jerit yang tak sempat menjadi suara,air mata yang mengalir…
