Nufirman Wansyah Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga, Fondasi Utama Membangun Generasi Berkualitas

Drs. H. Nufirman Wansyah, MM, Apt., Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berswafoto dalam rangkaian Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga Provinsi Sumatera Barat. (foto; ist)

ALAHAN PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan sejahtera merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi masa depan. Sebab, kualitas sebuah masyarakat tidak terlepas dari bagaimana keluarga menjalankan perannya dalam mendidik, melindungi, dan membentuk karakter anak sejak dini.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Ketahanan Keluarga Provinsi Sumatera Barat, yang digelar di Hotel Green Hill, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan menghadirkan Drs. H. Nufirman Wansyah, MM, Apt., Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang akrab disapa Anca.

Dalam pemaparannya, Anca menekankan bahwa ketahanan keluarga tidak semata-mata diukur dari kemampuan ekonomi. Lebih dari itu, ketahanan keluarga juga menyangkut kekuatan iman dan takwa, keharmonisan rumah tangga, kesehatan, pendidikan, serta kemampuan keluarga menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Mengacu pada Pasal 5 Perda Nomor 17 Tahun 2018, Anca menjelaskan lima pilar utama dalam meningkatkan kualitas keluarga.

Baca Juga :  Pengurus SMSI Tanah Datar Dilantik, Pemkab Dorong Pers Profesional dan Berimbang

Pertama, ketahanan iman dan takwa, yakni membangun keluarga yang menjadikan agama sebagai pedoman hidup, membiasakan ibadah, menanamkan akhlak mulia, serta menghadirkan keteladanan orang tua bagi anak-anak.

Kedua, strukturisasi dan legalitas keluarga. Aspek ini mencakup pentingnya perkawinan yang sah, pencatatan perkawinan dan kelahiran anak, serta membangun tanggung jawab dan keharmonisan antara suami dan istri.

Ketiga, kualitas fisik keluarga, melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, pelayanan kesehatan, serta pencegahan stunting.

Keempat, kualitas ekonomi keluarga, dengan mendorong peningkatan pendapatan, keterampilan, kemandirian ekonomi, pengelolaan keuangan rumah tangga, serta pemberdayaan UMKM keluarga.

Kelima, kualitas sosial psikologi keluarga. Pilar ini menitikberatkan pada komunikasi yang baik, kasih sayang, pendidikan karakter, pola pengasuhan yang tepat, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut Anca, kelima pilar tersebut harus berjalan beriringan. Keluarga yang kuat bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan material, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, pendidikan, kasih sayang, dan nilai-nilai moral kepada setiap anggotanya.

Baca Juga :  Siapkan 33 Ribu ASN Berkualitas, ATR/BPN Perkuat Sistem Manajemen Talenta

Terlebih di tengah perkembangan zaman, keluarga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, persoalan pengasuhan anak, hingga pengaruh negatif teknologi dan media sosial.

Karena itu, keberadaan Perda Ketahanan Keluarga diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan serta perlindungan keluarga secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat, Herlin Sridiani, turut memberikan materi mengenai delapan konsep ketahanan keluarga.

Kehadiran unsur legislatif dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga.

Menariknya, sosialisasi ini juga diikuti pengurus PW Himpaudi Sumbar bersama jajaran yang dipimpin Ketua H. Pun Ardi, S.Ag., serta para guru PAUD dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok, dan sejumlah utusan PAUD dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Ekonomi Biru

Bagi para pendidik PAUD, materi yang disampaikan dinilai sangat bermanfaat. Pengetahuan tentang ketahanan keluarga dapat menjadi bekal untuk diteruskan kepada para orang tua murid di lingkungan sekolah masing-masing.

Dengan demikian, pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ketahanan keluarga semakin meningkat. Sebab, membangun daerah bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menyiapkan manusia yang berkualitas. (irsal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *