Ratusan Personel Gabungan Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Kota Padang

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, Satpol PP, Dishub, Tagana, KSB, PMI, hingga jajaran Pemerintah Kota Padang menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Jumat (6/11/2026) siang.

Diketahui, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan tahun 2026/2027.

Pantauan fokussumbar.com di lapangan sekira pukul 14.00 WIB, sejumlah OPD terkait sudah berbaris rapi di lapangan hijau.

Apel dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Sumatera Barat, Brigjen TNI Aji Mimbarno.

Di belakang pimpinan apel, berbaris Wali Kota Padang, Sekda, Pimpinan TNI, Kapolresta Padang, Kalaksa BPBD Padang, dan pihak lainnya.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, Atlet Potensial Sumbar Terancam Diboyong Daerah Lain

Dalam apel kali ini, Brigjen TNI Aji Mimbarno menekankan pentingnya peningkatan kesiapan di masing-masing unit baik satuan TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Basarnas, hingga unsur kepemudaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana setelah digelarnya kegiatan Apel Kesiapsiagaan

a juga menegaskan bahwa seluruh jajaran harus mampu mengimplementasikan langkah-langkah penanganan dengan cepat, tepat, terkoordinasi, dan terpadu.

“Serta menghilangkan atau menjauhkan dari ego sektoral masing-masing, karena semuanya bermuara untuk kemaslahatan atau membantu masyarakat kita,” ujar Brigjen TNI Aji Mimbarno dalam arahannya.

Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana ke depan, Danrem 032/Wirabraja menyampaikan tiga poin penekanan utama

Pertama, seluruh personel diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing

Baca Juga :  Redistribusi Tanah Capai 4,39 Juta Hektare, ATR/BPN Perkuat Reforma Agraria

Brigjen TNI Aji Mimbarno juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik, kesehatan, dan kesiapan mental agar petugas selalu siap (standby) secara optimal kapan pun situasi darurat terjadi.

Kedua, kesiapan personel dan materiil harus dipastikan melalui pengecekan yang terus-menerus dan berkala, pengujian Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiap unit, serta penguatan koordinasi antarinstansi.

Terkait hal ini, Brigjen TNI Aji Mimbarno menyoroti bahwa koordinasi adalah sebuah kata yang mudah diucapkan, tetapi kadang kala sulit untuk diwujudkan, sehingga kendala koordinasi di lapangan wajib dihilangkan.

Ketiga, sinergi dalam penanggulangan bencana harus diperkuat dan tidak boleh hanya dilaksanakan oleh satu instansi saja. Hal tersebut merupakan bentuk kerja sama yang utuh antarinstansi agar setiap langkah penanganan bencana di lapangan dapat terlaksana secara terpadu.

Baca Juga :  Melalui PLN Electric Run 2026, PLN Icon Plus Dekatkan Layanan Digital dengan Masyarakat

Setelah apel gabungan dilanjutkan dengan pemeriksaan armada dan alat kebencanaan untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi tahun 2026/2027. (riko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *